Hadapi Krisis Ekonomi, Ini Pengaturan Keuangan yang Harus Kamu Perhatikan

Rumaysha Milhania | Beautynesia
Jumat, 27 Mar 2020 11:00 WIB
https://www.fpri.org/wp-content/uploads/2020/03/corona-economy-scaled.jpeg
Tidak bisa dipungkiri, penyebaran virus corona yang berdampak pada pembatasan ruang publik dengan social distancing memberikan dampak pada segala sektor. Salah satu yang paling terasa imbasnya adalah sektor ekonomi.

Kamu mungkin sudah merasakan bagaimana harga bahan-bahan pokok yang mulai naik. Tidak berhenti sampai di situ, banyak perusahaan yang juga merugi karena harus mengurangi produksi serta menurunnya daya beli masyarakat. Mereka pun terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja. Untuk itu, di masa krisis seperti sekarang, sangat penting untuk memahami pengaturan keuangan yang tepat agar bisa bertahan dengan kesulitan yang ada.
 



1. Hitung Penghasilan dan Pengeluaran Bulanan
 


Foto: https://www.thebudgetgeek.com/


Penyebaran COVID-19 membawa dampak yang serius terhadap krisis ekonomi. Kondisi ini akan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari para pengusaha hingga pedagang kecil. Untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi karena hal ini, kamu harus segera melakukan persiapan keuangan. Hal pertama yang harus dipikirkan adalah menghitung penghasilan dan pengeluaran. Setelah itu, ketahui betul berapa besar selisih penghasilan dan pengeluaran yang akan digunakan sebagai tambahan dana darurat.
 



2. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Prioritas
 


Foto: https://www.rentuncle.co.za/


Jika selisih pemasukan dan pengeluaran bulanan masih terlalu kecil, kamu dapat melakukan pengurangan pengeluaran. Cobalah untuk mengurangi pengeluaran yang tidak penting atau tidak prioritas. Jika kamu terbiasa menyisihkan uang bulanan untuk berbelanja baju atau tas, pastikan semua pengeluaran itu ditahan dan dialihkan menjadi tambahan untuk uang darurat.
 



3. Prediksi Risiko
 


Foto: https://www.truthlegal.com/


Selain itu, kamu juga harus mengantisipasi risiko yang akan kamu alami. Saat ekonomi mengalami krisis, para pengusaha biasanya akan mengalami kerugian. Akibatnya, banyak pemilik usaha yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja. Jika kamu adalah seorang pekerja, antisipasi kemungkinan terburuk serta perhitungkan tabungan dan dana darurat untuk digunakan sampai mendapatkan pekerjaan baru.
 



4. Berhemat!
 


Foto: Istimewa


Siapkan dana darurat dengan berhemat. Jika kamu terbiasa membeli makan siang di restoran dengan harga per porsi 50-70 ribu rupiah, alihkan menu makan siangmu dengan memasaknya sendiri di rumah. Selisih uang yang dihemat dapat kamu masukkan ke dalam tabungan dana darurat untuk mengantisipasi masa-masa krisis. 
 



5. Pikirkan Opsi Penghasilan Tambahan
 


Foto: https://m.economictimes.com/


Terakhir, pikirkan opsi lain untuk penghasilan tambahan yang bisa kamu upayakan. Kamu bisa mencari peluang pekerjaan lepas atau berjualan. Meskipun ini mungkin akan cukup sulit untuk dilakukan, tidak ada salahnya untuk mencoba dan mengupayakan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!


(arm2/arm2)
Loading ...