Halo Kamu yang Berumur 20an, Ini 5 Cara Fun Atasi Quarter Life Crisis

Izzul Millati Umami | Beautynesia
Senin, 02 Dec 2019 05:46 WIB
https://oss.beautynesia.id/photo/temporary/96b319bbe450d549c54a6f3b7334f13e.jpeg
Quarter Life Crisis emang nggak asyik. Gimana sih biar berdamai dengan semua problem hidup di usia 20an? Coba baca tips berikut!

Usia 20 tahun merupakan tonggak awal suatu kehidupan baru. Kamu dituntut untuk jadi dewasa oleh society. Padahal, dalam hati sih masih ingin kembali ke masa kanak-kanak dahulu. Segala hal yang sebelumnya nggak terlalu dipikirkan jadi makin penting di kehidupan. Contohnya saja, jika sebelumnya nggak mikir biaya cicilan, sekarang jadi makin mikirin gimana caranya biar sukses di kehidupan.

Sayangnya nggak semua orang bisa dengan mulus menerima kenyataan perubahan hidup di usia 20an. Quarter life crisis jadi salah satu boomerang yang bikin beberapa orang jadi makin takut menghadapi usia 20an.

Tenang, mungkin kamu belum coba aja cara-cara berikut ini buat hadapi quarter life crisis:
 


1. Mencintai diri sendiri alias self love



Self Love memiliki arti sebagai gerakan untuk mencintai diri sendiri. Sayangnya, banyak orang menyalahartikan self love sebagai salah satu upaya untuk mencintai diri sendiri dengan segala keadaan yang ada sehingga jatuhnya lebih ke ‘pasrah’.

Ladies, self love yang benar lebih ke “oh, aku sedang mencintai diri sendiri sehingga makan makanan sehat agar tubuhku nggak banyak penyakit”. Bukan malah “oh, aku kan memang suka makan gorengan karna aku berusaha melakukan apa yang aku sukai”.
 


Foto: Istimewa


 


2. Berhenti membanding-bandingkan



Sejak kecil, nggak ada satupun anak yang suka dibanding-bandingkan dengan orang lain. Kamu pasti merasa agak tersinggung bila orang tuamu membandingkan dirimu dengan anak tetangga. Ketika beranjak dewasa, kenapa kamu malah suka membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain? Kenapa kamu nggak berusaha berhenti membandingkan diri dengan orang lain? Udah deh, proses setiap orang itu beda. Jangan bandingkan dirimu dengan keadaan orang lain.
 


Foto: Istimewa


 


3. Fokus pada apa yang kamu miliki, jangan berekpektasi terlalu tinggi



Cita-cita dan harapan memang bagus untuk melejitkan potensi diri. Namun, kamu juga harus paham bahwa tidak semua cita-cita tersebut bakal tergapai. Kamu harus paham bahwa ekpektasi tidak selalu harus terpenuhi. Fokus saja dengan apa yang kamu miliki dan kejar sesuatu yang logis.
 


Foto: Istimewa


 


4. Jauhkan diri dari sumber membenci diri sendiri



Bila kamu saat ini cenderung membenci dan rendah diri terhadap diri sendiri, itu mungkin karena kamu sering mendekat pada sumber yang membuat kamu membenci diri sendiri. Coba deh kamu kurangi sumber membencinya. Bila dirasa platform media sosial memberi dampak buruk karena banyaknya komentar toxic, kamu bisa menutup dan puasa dari media sosial untuk beberapa saat.
 


Foto: Istimewa
(arm2/arm2)
Loading ...