Self-love adalah bentuk rasa sayang dan cinta kita kepada diri sendiri. Setiap orang tentu ingin memberi dan mendapatkan cinta yang sepenuhnya dari orang yang disayang, namun kita sering kali lupa untuk mencintai diri sendiri sebanyak yang kita bisa.
Saat kita fokus untuk mencintai diri sendiri, kita tentu akan lebih memahami arti kebahagiaan. Memang benar jika self-love bisa memberikan banyak manfaat, namun siapa sangka jika self-love yang terlalu ekstrim justru bisa merusak kesehatan mental dan emosional seseorang.
Dirangkum dari Ideapod, berikut ini beberapa alasan mengapa self-love bisa menjadi buruk dan toksik.
Menyakiti Orang Lain
Orang yang terlibat dalam self-love ekstrim biasanya terlalu fokus pada diri sendiri dan apa yang mereka butuhkan. Mereka tidak mempertimbangkan perasaan orang lain dan tidak memikirkan bagaimana pilihannya bisa mempengaruhi orang lain.
Sebagai contoh, seseorang yang mencintai diri sendiri mungkin tidak memikirkan ketidaknyamanan orang lain akibat mereka yang sering membatalkan janji di menit terakhir karena urusan pribadi. Dengan begitu, self-love justru membuat kamu harus kehilangan persahabatan.
Mengabaikan Masalah Hidup
Ilustrasi/Foto: Freepik/Freepik |
Terkadang, ketika kamu terlibat dalam self-love yang toksik, kamu lebih fokus pada perasaanmu dan tidak peduli dengan penyebab masalahmu. Kamu akan mengabaikan masalah dalam hidupmu yang seharusnya ditangani.
Hal ini bisa berbahaya untuk kesehatan mental karena dapat menyebabkan masalah menumpuk dan menjadi lebih buruk di kemudian hari. kamu bisa menjadi tidak bahagia dan stres karena masalahmu menjadi lebih besar dari yang seharusnya.