1. Bersikap ramah
Bersikap ramah dapat memancarkan aura positif dalam diri kamu, Ladies. Apalagi saat pertama kali berkenalan dengan calon mertua. Bersikap ramah dapat mencairkan dan menghangatkan suasana yang menegangkan. Selain itu, bersikap ramah juga dapat memberi kesan bahwa kamu tipe wanita yang mudah bergaul, care, dan humble.
2. Menjaga sikap sopan dan santun
Biasanya, kalau sudah akrab dengan anggota keluarga pasangan, kita sering lalai dalam menjaga sikap. Nah, hal-hal semacam itu harus dihindari agar tidak membuat calon mertua ilfeel. Oleh sebab itu, kamu harus bersikap sopan dan santun dalam berperilaku, bertutur kata, serta dalam berbusana.
3. Ikut dalam kegiatan keluarga
Sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, perlu ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Pendekatan dengan keluarga kedua belah pihak misalnya. Agar hubungan asmara lancar bersama pasangan, kamu dapat ikut andil dalam kegiatan keluarga besar. Hal semacam ini juga bisa membuatmu lebih akrab dengan calon mertua dan ipar.
4. Percakapan yang seru
Sebelum bertemu calon mertua, kamu perlu menyiapkan bahan pembicaraan yang banyak dan menarik, Ladies. Seperti, pertanyaan seputar tradisi keluarga, atau bahkan tentang anggota keluarga pasanganmu sendiri. Hal semacam ini untuk menghindari suasana pertemuan yang garing dan membosankan. Apalagi jika kamu tipe wanita atau pria pendiam. Kamu mungkin butuh persiapan matang, dan usahakan tidak bertanya tentang hal-hal yang bersifat sensitif dan terlalu pribadi.
5. Bawa bingkisan
Salah satu cara yang paling efektif mencuri perhatian calon mertua dengan membawa bingkisan untuk beliau. Bingkisan tersebut tidak harus mahal dan bermerk Ladies, pilih yang sepantasnya saja untuk dibawa. Misalnya, buah-buahan, kue, atau baju. Sebab, dari bingkisan tersebut menandakan bahwa kamu adalah sosok yang perhatian dan dermawan terutama pada orangtua.
6.Bersikap tulus dan apa adanya
Merasa gugup saat bertemu calon mertua bukanlah hal aneh. Lantas, bukan berarti kamu harus menjadi orang lain bukan? Tetaplah bersikap tulus apa adanya dan menjadi diri sendiri dengan berpedoman pada norma dan etika yang ada.