1. Kebab Baba Rafi, Waralaba Makanan Dalam Negeri Adaptasi Menu Turki
Kebab merupakan makanan khas Turki. Pasangan Nilamsari dan Hendy Setiono menggagas usaha makanan ini tahun 2003 di Surabaya dengan memakai sebuah gerobak sederhana. Dua tahun kemudian, Kebab Baba Rafi mulai diwaralabakan karena dianggap potensial dan menjanjikan. Dua tahunnya lagi, Kebab Turki Baba Rafi telah berkembang pesat hingga mencapai 336 outlet di seluruh Indonesia.
Karena pesatnya usaha ini, head office waralaba ini dipindahkan ke Jakarta pada tahun 2008 dengan merekrut banyak tenaga kerja profesional demi manajemen kantor yang sehat. Tahun 2009, waralaba ini memutuskan untuk go internasional, membawa nama Indonesia ke mancanegara. Mereka pertama kali buka cabang luar negeri di Malaysia. Kini Kebab Baba Rafi juga ada di Filipina, Cina, Srilanka, Singapura, Brunei Darussalam, Belanda, dengan total seluruh outlet mencapai 1200 lebih.
2. J.CO Donuts
Kalau kamu kira J.CO Donuts itu waralaba asing, maka kamu salah. Waralaba ini asli Indonesia yang didirikan oleh Johnny Andrean, seorang pengusaha yang sebelumnya sukses di bidang salon. Selain donat, J.CO juga merilis produk yoghurt beku dan kopi.
Sebelum menjadi besar seperti sekarang, selama tiga tahun Johnny melakukan riset, survei pasar, dan sampling mengenai donat seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat. Setelah melakukan survei secara matang akhirnya Johnny mulai memberanikan diri membuka bisnisnya di bulan Juni 2005.
Gerai J.CO pertama kali dibuka di kawasan Supermall, Karawaci, Tangerang. Usahanya selama tiga tahun itu terbayar sudah, J.CO berhasil menarik minat banyak konsumen. Johnny tidak menyia-nyiakan peluang, ia kemudian membuka cabang di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, Lampung, dan Pekanbaru. Tahun 2007, J.CO telah berhasil membuka gerai di Singapura, Australia dan Hongkong.
| Baca Juga : [FORUM] Roti tawar kenapa expirednya cepet ya? |
5. Es Teler 77
Es Teler 77 dulu dimulai dari sebuah kios kecil milik Murniati Widjaja dan suaminya, Trisno Budijanto yang letaknya di teras sebuah pertokoan Duta Merlin di kawasan Jakarta Pusat yang kini telah menjadi Carefour Harmony.
Ketika usia Es Teler 77 menginjak tahun ke-6, yaitu tahun 1987, sang menantu, Sukyanto Nugroho mulai mewaralabakannya. Tujuh tahun kemudian, akhirnya Es Teler 77 membuka gerai di Mall. Saat itulah Es Teler 77 tidak hanya menjual es teler namun juga merambah bisnis kuliner lain dengan memperkenalkan konsep makanan siap saji yang menyajikan makanan dan minuman jajanan populer Indonesia. Es Teler 77 kini punya cabang di Singapura, Australia , dan Malaysia.
Ternyata, bisnis waralaba makanan yang sukses ini dulunya dimulai dari perjuangan yang tidak mudah. Semangat terus, ladies!