Seiring teknologi yang kian maju, hampir semua kegiatan bisa dibagikan dalam media sosial. Hal ini dilakukan agar bisa mengabadikan tiap momennya untuk tetap dikenang dalam waktu lama. Banyak foto dan video yang dibagikan melalui media sosial, mulai dari hal yang penting hingga hal detail dalam kehidupan.
Dan semua pengikut dalam media sosial bisa melihatnya tanpa terkecuali hingga orang yang tidak dikenal. Maka dari itu, untuk menjaga identitas hingga urusan pribadi ada beberapa hal yang tidak boleh diposting dalam media sosial. Simak sebagai berikut ini.
Uang
Uang/pinterest.com/agungnugroho |
Mengupload sesuatu mengenai finansial bukanlah keputusan yang bijaksana. Entah itu berupa uang, kartu kredit, sertifikat atau barang berharga lainnya. Karena semua orang yang mengikuti sosial media akan mengetahui hal ini. Apalagi jika ada orang jahat yang melihat postingan ini, dipastikan niat jahat sudah ada dalam benak mereka. Selain itu, jangan foto atau menyertakan caption yang membagikan informasi finansial seperti nama bank.
Email kantor
Email kantor/freepik.com |
Kepentingan kantor seperti email tidak perlu diposting dalam media sosial, karena kemungkinan bocor ke tangan competitor atau rival kantor besar peluangnya. Apalagi jika di dalamnya perusahaan mengirim tentang perkembangan ide branding terbaru, curhatan kantor tidak penting hingga rahasia, dan pembicaraan dengan rekan kerja dalam rapat. Selain dianggap tidak professional, perlakuan ini juga akan membahayakan karir.
Boarding pass
Boarding pass/freepik.com |
Menurut para ahli, paspor dan boarding pass akan membuat hackers mudah mengakses data pribadi seperti nomor telepon, tanggal lahir, serta informasi pribadi lainnya. Selain itu, orang asing juga dapat mencari tahu tanggal berangkat dan pulang berdasarkan dari nomor booking yang tercatat di tiket online. Hal ini bisa dijadikan orang jahat untuk menjadikan rumah yang sedang kosong dalam melakukan aksi kriminal.
Informasi anak
Informasi anak/freepik.com |
Melihat anak kecil yang lucu dan menggemaskan pasti membuat orang ingin mengabadikannya. Namun hal ini sebaiknya dipikirkan ulang lagi karena bukan keputusan yang tepat. Untuk melindungi privasi anak tersebut, jangan mengumbar informasi pribadi seperti nama lengkap, nama sekolah, kota asal khususnya untuk para pengguna media sosial yang bersifat publik dan bisa diakses oleh orang asing. Saat ini keamanan anak kecil perlu dijaga dengan ketat karena penculikan dan kejahatan lainnya sudah melebihi batas wajar.