Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Stres Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 06 Oct 2026 21:30 WIB
Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Stres Menurut Psikolog
Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Stres Menurut Psikologv/Foto: Pexels.com

Tuntutan kehidupan yang berat, hubungan di ujung tanduk, masalah finansial, kehilangan arah; ada banyak aspek dalam hidup yang bisa membuat seseorang mengalami stres. Stres adalah reaksi alami tubuh ketika menghadapi tekanan, masalah, atau perubahan dalam hidup, dan semua orang pasti pernah mengalaminya.

Tapi bagaimana reaksi setiap orang terhadap stres bisa berbeda-beda. Ada yang terjebak dalam pusaran stres hingga selalu merasa terpuruk, tapi ada juga yang bisa menghadapinya dengan tenang dan bijaksana.

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi bisa mengomunikasikan dirinya dengan baik ketika dilanda stres melalui kalimat yang mereka ucapkan. Alih-alih menyalahkan orang lain atau terjebak dalam perasaan tak berdaya, kalimat ini membantu mereka memahami perasaannya dan mencari jalan keluar.

Menurut psikolog, ini satu kalimat yang diucapkan orang dengan kecerdasan emosional tinggi saat stres. Dirangkum dari Parade, yuk, simak ulasannya!

Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Stres Menurut Psikolog

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi bisa mengomunikasikan dirinya dengan baik ketika dilanda stres melalui kalimat yang mereka ucapkan. Mereka akan mengucapkan kalimat

Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Stres Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Menurut para ahli kesehatan mental, orang dengan kecerdasan emosional konsisten mengucapkan kalimat, "Saya merasa..." saat berada di bawah tekanan atau stres. Kalimat ini mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya luar biasa.

Kuncinya terletak pada proses yang terjadi di dalam otak kita saat stres melanda, Beauties. Situasi yang sangat penuh tekanan memicu respons fight or flight dan membuat kita untuk bertidak secara reaktif. Namun, ketika seseorang mengungkapkan kondisi emosionalnya yang diawali dengan kata "Saya merasa", mereka sedang menjembatani kesenjangan antara emosi mentah dan proses kognitif. Mereka tidak melarikan diri dari ketegangan tersebut, melainkan mengakui pengalaman mereka sendiri dan mengarahkan percakapan menuju solusi yang konstruktif.

Kecerdasan emosional bukan berarti menyembunyikan perasaan atau tetap tenang tanpa tergoyahkan sedikit pun sepanjang waktu. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara efektif, bahkan saat berada di bawah tekanan.

Contoh penggunaan kalimatnya, misalnya, "Saya merasa kewalahan karena jadwal berubah secara tiba-tiba, dan saya butuh waktu sejenak untuk menyusun ulang prioritas." Kalimat ini menunjukkan dua komponen penting dari kecerdasan emosional, yaitu kesadaran diri dan pengaturan diri.

Dr. Melanie McNally, seorang psikolog klinis, menyoroti bahwa penggunaan kalimat ini merupakan ciri khas kecerdasan emosional tinggi karena fokusnya tertuju pada diri pembicara: apa yang mereka rasakan, mengapa mereka merasakannya, dan apa yang mungkin mereka butuhkan.

"Selama Anda tidak menggunakan frasa ini untuk menyalahkan orang lain atau melimpahkan perasaan Anda kepada mereka, Anda benar-benar hanya berfokus pada diri sendiri," ucapnya.

Contoh kalimat lainnya, misalnya, "Saya merasa kewalahan karena kondisi dapur yang sangat berantakan. Saya akan sangat menghargai jika kamu bisa membantu saya membersihkannya."

"Hal ini menunjukkan kecerdasan emosional yang tinggi karena orang tersebut mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan kemudian mengambil tindakan nyata untuk mengatasinya," ujarnya.

“Sebaliknya, seseorang dengan kecerdasan emosional rendah mungkin menghindari dapur karena merasa kewalahan tanpa menyadari alasannya (kurangnya kesadaran diri), atau mereka mungkin melontarkan komentar yang pasif-agresif maupun terang-terangan agresif kepada orang lain mengenai betapa berantakannya mereka (kurangnya pengendalian diri),” tambahnya.

Di sisi lain, menurut Dr. Veronica Hlivnenko, seorang psikolog berlisensi, orang dengan kecerdasan emosional tinggi sangat peka terhadap pengalaman, perasaan, dan kondisi mereka saat stres.

“Orang dengan kecerdasan emosional tinggi sangat memahami emosi apa yang sedang mereka alami pada saat itu juga,” ujarnya. “Mereka menyadari dan menerima emosi tersebut serta tidak takut untuk mengomunikasikannya secara terbuka. Hal ini membuat percakapan menjadi lebih jujur ​​dan produktif, terutama saat berbicara dengan seseorang yang kecerdasan emosionalnya masih dalam tahap pengembangan.”

Cara Mempraktikkan Kalimat “Saya Merasa…” saat Dilanda Stres

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi bisa mengomunikasikan dirinya dengan baik ketika dilanda stres melalui kalimat yang mereka ucapkan. Mereka akan mengucapkan kalimat

Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Stres Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Beauties, kamu bisa, lho, mempraktikkan kalimat "Saya merasa" saat dilanda stres. Kecerdasan emosional adalah keterampilan yang dapat dibangun melalui latihan. Saat kamu merasa tingkat stres melonjak, cobalah rumus tiga langkah berikut ini:

  1. Sebutkan emosinya: Mulailah secara langsung dengan kalimat "Saya merasa [nama emosi]" (misalnya: cemas, frustrasi, atau kewalahan).
  2. Identifikasi pemicunya: Tambahkan "karena [situasi spesifik]" tanpa melontarkan penilaian terhadap karakter orang lain.
  3. Ungkapkan kebutuhannya: Akhiri dengan "Saya ingin [permintaan yang dapat ditindaklanjuti atau batasan tertentu]".

Dengan menguasai struktur kalimat sederhana ini, kamu dapat mengubah momen penuh tekanan tinggi menjadi peluang untuk membangun koneksi, memperoleh kejelasan, dan menunjukkan kepemimpinan emosional yang sejati.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE