Lagu "Ain't in LA" oleh Adela Patahkan Anggapan Bahwa Kesuksesan Harus Dimulai dari Kota Besar

Candra Anisa | Beautynesia
Selasa, 27 Oct 2026 07:00 WIB
Mimpi Besar Berasal dari Berbagai Penjuru Dunia
Mimpi Besar Berasal dari Berbagai Penjuru Dunia/Foto: Youtube.com/UMG Recordings, Inc.

Lebih dari sekadar kota, Los Angeles (LA) telah menjadi representasi tentang bagaimana kota-kota besar menawarkan akses dan kesempatan bagi mereka yang tengah berlari mengejar impian. Diromantisasi melalui film, buku, dan media mainstream, Los Angeles dan kota-kota besar lainnya kerap digambarkan sebagai tempat berbagai mimpi menemukan jalannya untuk menjadi nyata. Narasi tentang meninggalkan kota kecil demi mengejar ambisi di kota besar pun berulang kali hadir, terutama dalam kisah perempuan yang bermimpi dalam ranah hiburan dan seni.

Para perempuan muda perlahan membangun gagasan tentang indahnya meninggalkan tempat asal dan memulai perjalanan meraih mimpi di kota besar. Dari kejauhan, kota besar menawarkan lebih dari sekadar karier, tetapi juga menghadirkan kemungkinan untuk menjalani kehidupan yang selama ini hanya bisa mereka bayangkan.

Di tengah romantisasi Los Angeles sebagai tempat berseminya mimpi-mimpi besar, penyanyi Adéla menawarkan perspektif berbeda melalui lagunya, “Ain’t In LA”. Lewat lagu tersebut, Adéla mempertanyakan anggapan bahwa perempuan dengan ambisi besar harus berada di pusat industri hiburan untuk mewujudkan potensinya.

Terinspirasi dari Kisah Hidup Adela

Musik Video Ain't in LA/Foto: Youtube.com/UMG Recordings, Inc.

“It’s all a lie, the baddest b*****s ain’t in LA,” lantun Adéla berulang kali dalam lagu “Ain’t in LA”. Melalui lirik tersebut, Adéla mempertanyakan anggapan bahwa perempuan hebat dengan mimpi besar hanya dapat ditemukan di Los Angeles atau kota-kota besar lainnya.

Lirik ini menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikan Adéla. Dalam ucapannya di penampilan live-nya, ia mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari kisah hidupnya sendiri, termasuk sosok ibunya yang tinggal di Slovakia. Jauh dari gemerlap kota besar yang kerap mendominasi media populer, sang ibu juga memiliki mimpi dan ambisinya sendiri.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perempuan dengan mimpi besar tidak hanya hadir di pusat industri hiburan, tetapi juga di tempat-tempat yang jarang mendapat sorotan. Lewat “Ain’t in LA”, Adéla mengajak perempuan untuk melepaskan anggapan bahwa mereka harus berasal dari kota besar agar dapat menjadi sosok yang hebat dan mewujudkan ambisinya.

Ambisi Perempuan dan Keterbatasan Geografis

Ambisi Perempuan dan Keterbatasan Geografis/Foto: Youtube.com/UMG Recordings, Inc.

Dalam “Ain’t in LA”, Adéla turut menggambarkan bagaimana tumbuh di luar pusat industri hiburan dapat memunculkan ketakutan dalam mengejar mimpi. Hal ini tergambar dalam lirik “All the girls in them unknown cities” dan “And she's taught that her dreams don't live at home”.

Lirik tersebut menggambarkan bagaimana perempuan yang tumbuh di kota-kota yang jarang mendapat sorotan dapat menyerap anggapan bahwa mereka harus meninggalkan tempat asalnya untuk mewujudkan ambisi. Narasi yang terus diulang oleh lingkungan maupun media populer membuat kota besar seolah menjadi tempat yang menawarkan lebih banyak kesempatan dan kebebasan untuk mengejar mimpi.

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya muncul tanpa alasan, Beauties. Kota besar memang dapat menawarkan akses yang lebih luas terhadap peluang kerja, jaringan profesional, dan komunitas yang mendukung perkembangan karier. Bagi seorang seniman, misalnya, berada di tengah komunitas kreatif yang beragam dapat membuka kesempatan untuk bertukar perspektif, membangun koneksi, hingga menemukan ruang untuk memamerkan karyanya. Sebaliknya, perempuan dengan ambisi serupa yang tinggal di kota kecil mungkin menghadapi keterbatasan akses terhadap komunitas maupun industri yang ingin mereka tekuni.

Namun, “Ain’t in LA” tidak berhenti pada pengakuan bahwa keterbatasan geografis dapat memengaruhi perjalanan perempuan dalam mengejar mimpi. Adéla juga menyuarakan penolakan terhadap anggapan bahwa tempat asal harus menentukan sejauh mana seseorang dapat berkembang.

Ketakutan bahwa mimpi tidak akan terwujud di kota kecil mungkin berakar pada keterbatasan kesempatan yang nyata, tetapi hal itu tidak berarti perempuan harus mengubur ambisinya. Sebab, berada jauh dari pusat industri bukan berarti seseorang tidak memiliki potensi untuk menjadi sosok yang selama ini diimpikannya.

Mimpi Besar Berasal dari Berbagai Penjuru Dunia

Mimpi Besar Berasal dari Berbagai Penjuru Dunia/Foto: Youtube.com/UMG Recordings, Inc.

Lewat “Ain’t in LA”, Adéla merangkul perempuan dengan mimpi besar dari berbagai penjuru dunia, termasuk mereka yang masih tinggal jauh dari gemerlap kota besar. Dalam lirik “Maybe tonight, we don't gotta run away” dan “Enjoy the ride, I know that you might wanna escape”, Adéla seolah mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak dari dorongan untuk terus melarikan diri demi mengejar kehidupan yang diidam-idamkan. Ada kalanya, keinginan untuk pergi muncul dari anggapan bahwa kesempatan dan kebebasan hanya bisa ditemukan di tempat lain.

Padahal, belum berada di kota besar atau belum menjalani kehidupan yang selama ini diimpikan bukan berarti seseorang telah tertinggal. Perjalanan setiap perempuan memiliki kondisi dan waktunya masing-masing.

Keinginan untuk pergi dan mencari peluang di tempat baru tentu tetap valid, tetapi tinggal di kota asal pun bukan berarti seseorang harus menyerah pada ambisinya. Di tengah ketimpangan kesempatan yang nyata, perempuan berhak menentukan sendiri jalan yang ingin ditempuhnya, tanpa harus merasa bahwa tempat asalnya membuat mimpi mereka menjadi kurang berarti.

Pada akhirnya, “the baddest b*****s ain't in LA” menjadi pengingat bahwa perempuan hebat dengan ambisi besar tidak hanya ditemukan di pusat industri hiburan atau di kota-kota yang kerap mendapat sorotan. Mereka juga ada di kota kecil, di tempat-tempat yang jarang diceritakan, dan di antara perempuan yang masih berusaha menemukan jalan menuju kehidupan yang mereka inginkan. Sebab, ambisi perempuan tidak ditentukan oleh tempat mereka tinggal, melainkan oleh kemungkinan yang berani mereka bayangkan dan perjuangkan.

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.