Lagu "Expectations" oleh Olivia Rodrigo hingga "Stop the Wedding!" oleh Ashe, Kisahkan Perempuan yang Sadar Nilai Dirinya

Candra Anisa | Beautynesia
Jumat, 30 Oct 2026 07:00 WIB
Lagu
Cover album “you seem pretty sad for a girl so in love” oleh Olivia Rodrigo/Foto: Geffen Records via AP

“I’ve got big expectations” teriak para perempuan di konser Olivia Rodrigo bertajuk The Unraveled Tour saat melantunkan lagu "Expectations”. Dalam video-video yang diunggah di media sosial, para perempuan muda menyanyikan lirik tersebut dengan bersemangat, seolah sedang merayakan keberanian untuk menginginkan lebih dari hubungan yang hendak mereka jalani.

Di sisi lain, perempuan di berbagai belahan dunia juga merayakan keberanian untuk mengakhiri hubungan lewat tren lagu “Stop The Wedding!” yang dilantunkan oleh Ashe. Jika “Expectations” berbicara tentang standar yang ingin dipenuhi dalam memilih pasangan, “Stop The Wedding!” justru menyoroti momen ketika seseorang menyadari bahwa hubungan yang dijalaninya tidak seharusnya diteruskan.

Kedua lagu ini memperlihatkan dua persoalan yang berbeda, tetapi saling berkaitan: bagaimana perempuan menentukan apa yang mereka inginkan dari pasangan, dan bagaimana mereka menghadapi kenyataan ketika hubungan yang dijalani tidak memenuhi harapan tersebut. Lantas, apa yang membuat perempuan berani menetapkan standar dan berhenti menoleransi perlakuan yang tidak seharusnya mereka terima?

'Expectations' oleh Olivia Rodrigo dan Perempuan yang Tidak Lagi Berkompromi

Video musik “Expectations” oleh Olivia Rodrigo/Foto: YouTube.com/Geffen Records

Tersirat dari lirik “These days, I’ve got big expectations”, Olivia Rodrigo menggambarkan perubahan standar yang ia tetapkan dalam memilih pasangan. Lagu ini bercerita tentang ketertarikannya pada seseorang yang awalnya ia anggap memiliki keunikan tersendiri.

Namun, seiring berjalannya waktu, Olivia menyadari bahwa penilaiannya lebih banyak dibentuk oleh ekspektasinya sendiri. “He wasn’t smart or funny, I convinced myself he was,” ungkapnya dalam lirik lagu tersebut.

Pengalaman ini menjadi titik balik bagi Olivia untuk lebih selektif dalam memilih pasangan. Ia tak lagi hanya mengandalkan ketertarikan, tetapi juga mempertimbangkan kualitas yang benar-benar ia inginkan.

“Now I ask for more and more and more,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tak lagi ingin menerima pasangan yang pasif atau tidak menunjukkan usaha yang sepadan, seperti tergambar dalam lirik, “I’m not kissing any boy that is passive, their indecision is painfully unattractive.”

Dikutip dari ELLE, “Expectations” menggambarkan perubahan sikap Olivia setelah pengalaman hubungannya sebelumnya. Ia mulai menetapkan standar yang lebih jelas, alih-alih terus meyakinkan diri untuk menerima seseorang yang sebenarnya tidak sesuai dengan harapannya.

'Stop The Wedding!' oleh Ashe dan Keberanian Perempuan untuk Membela Dirinya

Video Musik “Stop The Wedding” oleh Ashe/Foto: Youtube.com/Ashe

“The warning signs are flashing now, stop the wedding!” lantun Ashe dalam lagu “Stop the Wedding!”.

Dalam wawancaranya dengan BBC News, Ashe menceritakan bahwa pernikahan pertamanya berlangsung dalam hubungan yang ia gambarkan sebagai manipulatif secara emosional dan abusif secara psikologis. Ia sempat ingin membatalkan pernikahannya, tetapi merasa tidak berdaya untuk mengambil keputusan tersebut.

Pengalaman ini kemudian menginspirasinya menulis lagu sebagai pesan bagi dirinya di masa lalu agar berani memercayai insting sendiri dan pergi ketika hubungan terasa tidak tepat.

Kisah Ashe menunjukkan bahwa menyadari masalah dalam hubungan tidak selalu membuat seseorang mudah meninggalkannya. Perasaan sayang dan waktu yang telah dihabiskan bersama bisa membuat perempuan terus memaklumi kesalahan pasangan yang berulang. Melalui “Stop the Wedding!”, Ashe mengingatkan bahwa lamanya hubungan dan besarnya perasaan tidak selalu menjadi alasan untuk terus bertahan ketika hubungan tersebut tidak lagi sehat.

Kompromi atau Mengabaikan Kebutuhan Sendiri?

Video musik “Expectations” oleh Olivia Rodrigo (feat. Chappell Roan)/Foto: YouTube.com/Geffen Records

Popularitas kedua lagu tersebut menunjukkan kedekatan pesannya dengan pengalaman perempuan dalam menjalin hubungan. Perempuan kerap dituntut untuk memahami dan memaklumi pasangan, bahkan ketika usaha yang diberikan tidak sebanding atau kebutuhan mereka sendiri tidak terpenuhi. Perlakuan semacam ini sering kali bisa terus diterima atas nama kompromi. Padahal, apakah kompromi masih bisa disebut sehat ketika hanya satu pihak yang terus menyesuaikan diri?

Kompromi memang dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan dan menemukan jalan tengah. Namun, ada perbedaan antara saling menyesuaikan diri dan mengorbankan kebutuhan sendiri demi mempertahankan hubungan. Kompromi seharusnya melibatkan kedua belah pihak, bukan membebankan satu orang untuk terus mengalah sementara pihak lainnya tidak menunjukkan usaha yang setara.

Berani Memilih Diri Sendiri

Video musik “Stop the Wedding!” oleh Ashe/Foto: YouTube.com/Ashe

Lewat “Expectations” dan “Stop the Wedding!”, Olivia Rodrigo dan Ashe menggambarkan perempuan yang mulai menyadari nilai dirinya dalam sebuah hubungan. Mereka memahami bahwa menetapkan standar bukan berarti menuntut pasangan yang sempurna, sebagaimana meninggalkan hubungan bukan berarti gagal mempertahankannya.

Lebih lanjut, mengenali nilai diri berarti memahami apa yang layak didapatkan, berani menyuarakan kebutuhan sendiri, dan tidak terus-menerus mengorbankannya demi mempertahankan seseorang. Sebab, perempuan juga berhak menjalani hubungan tanpa harus mengesampingkan dirinya sendiri.

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.