Lampung Financial Festival 2026 usai digelar pada 5-6 September 2026 di Novotel Bandar Lampung. Acara ini diinisiasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan harapan daat mengangkat tingkat literasi keuangan di provinsi yang kaya akan komoditas pangan tersebut.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyampaikan pemilihan Lampung sebagai lokasi penyelenggarakan didasarkan pada pemetaan yang dilakukan LPS. Berdasarkan itu, tingkat literasi penjaminan simpanan masyarakat Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional, yakni sekitar 58,5%, sedangkan nasional mencapai sekitar 62,5%.
Sementara itu, Wakil ketua DK LPS, Farid Azhar Nasution menambahkan, berdasarkan survei yang baru saja dirilis oleh OJK, LPS, dan BPS, indeks inklusi keuangan Lampung sebesar 90,9%. Masih di bawah rata-rata nasional 93,6%. Artinya, akses sudah tinggi tapi belum sepenuhnya merata.
Kabar baiknya, literasi keuangan Lampung mencapai 72,3%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 69,6%. Jadi kalau secara sederhana, masyarakat Lampung sudah cukup tahu, tapi belum sepenuhnya menggunakan.
Di sinilah Lampung Financial Festival 2026 berperan untuk meningkatkan literasi keuangan, bukan cuma dari segi aksesibilitasnya, tapi juga inklusivitas serta pemahaman. Lampung Financial Festival 2026 menghadirkan sosok-sosok dengan rekam jejak panjang di dunia keuangan dan entrepreneurship untuk berbagi ilmunya pada para peserta.