1. Memiliki Banyak Hutang
Bagi generasi milenials, penggunaan kartu kredit dalam melakukan pembayaran sangat memudahkan ketika bertransaksi. Padahal penggunaan kartu kredit inilah yang memberi resiko untuk terlilit hutang. Salah satu kesalahan utama penggunaan kartu kredit adalah menyangka bahwa kartu kredit dapat menjadi sarana untuk mendapat uang tambahan untuk bertransaksi. Dan yang sering tidak disadari adalah besarnya bunga dan denda apabila terlambat membayar tagihan kartu kredit. Jadi lebih bijak aja ya dalam menggunakan kartu kredit.
2. Tekanan Gaya Hidup
Adanya tekanan gaya hidup sering menimbulkan problem bagi para milenial, terutama bagi yang tinggal di perkotaan. Terkadang mereka yang berkata tidak memiliki uang bukan karena pendapatannya rendah namun karena memiliki gaya hidup tinggi. Kuncinya adalah kenali mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya sebatas keinginan sehingga tidak terjebak gaya hidup konsumtif. Jadi fokus saja pada kebutuhan bukan pada keinginan.
3. Adanya Inflasi
Salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan oleh kaum milenial adalah adanya inflasi. Permasalahan keuangan yang satu ini akan sangat berdampak bagi keuangan. Adanya inflasi kenaikan harga barang setiap 4 % pada setiap tahunnya, akan mengurangi daya beli milenial yang hanya menabung dengan 2% pertahun. Maka dari itu, rencakana keuangan terbaik kamu dari sekarang
4. Konsumtif Terhadap Experience
Ini juga menjadi salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan. Jika dulu orang-orang lebih senang berinvestasi pada barang yang tak bergerak atau membeli barang, maka di masa sekarang kamu milenials lebih menyukai terhadap experience. Misalnya, travelling, nongkrong di resto atau kafe sedangkan tabungan sangat minim. Dalam hal ini, experience menjadi suatu hal yang lebih menarik daripada berinvestasi. Padahal kaum milenials juga harus memikirkan masa depan.
5. Minimnya Pengetahuan Seputar Finansial
Meski sekarang informasi mengenai finansial sudah bisa ditemukan dengan mudah dan sudah banyak beredar di media apapun, tetapi karena ketertarikan mereka terhadap finansial cukup kecil sehingga membuat mereka memiliki pengetahuan yang minim terhadap finansial dan juga manejemen keuangan. Padahal sebaiknya, kaum milenials lebih sadar dengan tren finansial, bukan hanya tentang tren fashion dan teknologi.