Memperingati Hari Pahlawan, Ini 5 Rekomendasi Film Perjuangan Indonesia yang Tayang di Netflix

Vira Nabilla | Beautynesia
Minggu, 08 Nov 2026 12:00 WIB
5. Hamka & Siti Raham Vol. 2 (2023)
Hamka & Siti Raham Vol. 2/ Foto: IMDb

Memasuki bulan November, kita sebagai warga negara Indonesia, akan memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November. Hari tersebut merupakan waktu untuk kita mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Tidak harus berkunjung ke makam pahlawan untuk mengenangnya, kamu bisa menonton sederet film-film tentang perjuangan yang tayang di Netflix nih, Beauties. Tentunya,  film  tersebut juga bisa menambahkan ilmu sejarah untuk kamu. 

Berikut rekomendasi film-film perjuangan yang tayang di Netflix untuk kamu saksikan di Hari Pahlawan! 

1. Sang Kiai (2013)

Sang Kiai/ Foto: IMDb

Berkisah tentang perjuangan KH Hasyim Asy’ari, seorang ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, dalam mempertahankan agama dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada masa pendudukan Jepang. 

Konflik dimulai ketika Jepang menerapkan kebijakan yang bertentangan dengan ajaran Islam, salah satunya kewajiban melakukan Seijerei atau penghormatan kepada matahari terbit. Karena menolak kebijakan tersebut, ia ditangkap oleh tentara Jepang. 

Setelah ia dibebaskan, bersama putranya, KH Wahid Hasyim, ia berperan dalam perjuangan menuju kemerdekaan, termasuk melalui pembentukan barisan Hizbullah dan lahirnya Resolusi Jihad pada Oktober 1945. Resolusi tersebut membangkitkan semangat rakyat dan para santri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

2. Bumi Manusia (2019)

Bumi Manusia/ Foto: IMDb

Diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer yang berlatar masa penjajahan Belanda pada awal abad ke-20. Bercerita mengenai kehidupan Minke, seorang pemuda pribumi keturunan Jawa yang mendapatkan pendidikan di sekolah Belanda. 

Ia dikenal sebagai pemuda cerdas, kritis, dan memiliki pemikiran modern. Kehidupannya berubah ketika ia bertemu dengan Anneliese Mellema, seorang gadis keturunan Indo-Belanda yang merupakan putri dari Nyai Ontosoroh. 

Hubungan keduanya semakin dekat, meskipun mereka harus menghadapi perbedaan status sosial dan diskriminasi rasial pada masa kolonial. 

3. Kadet 1947 (2021)

Kadet 1947/ Foto: IMDb

Film ini mengisahkan tentang perjuangan sekelompok kadet atau calon penerbangan Angkatan Udara Republik Indonesia pada tahun 1947, ketika Belanda kembali melancarkan Agresi Militer untuk menguasai Indonesia. 

Di tengah situasi yang mengancam kemerdekaan, empat kadet muda yakni Sigit, Mul, Har, dan Adji, memiliki tekad kuat untuk ikut mempertahankan tanah air. Meskipun masih berstatus pelajar dan belum memiliki pengalaman tempur yang cukup. 

Mereka tidak ingin hanya berdiam diri melihat perjuangan bangsa. Namun, saat ingin menjalankan misi, mereka juga mendapatkan berbagai hambatan, terutama karena mereka belum mendapatkan izin dari petinggi Angkatan Udara. Lantas, apakah mereka berhasil? 

4. Buya Hamka Vol. I (2023)

Buya Hamka Vol. I/ Foto: IMDb

Bercerita tentang perjalanan hidup Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka, seorang ulama, sastrawan, dan tokoh Muhammadiyah yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Indonesia. 

Cerita berfokus pada perjuangan Hamka ketika menjadi pengurus Muhamadiyah di Makassar dan berhasil membawa kemajuan bagi organisasi tersebut. Selain aktif berdakwah, ia juga mengembangkan kemampuannya dalam bidang sastra dan jurnalistik. 

Pada tahun 1938, ia pindah ke Medan untuk menjadi pemimpin redaksi majalah Pedoman Masyarakat. Dalam perjalanan hidupnya, Hamka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan pemerintah Jepang, persoalan keluarga, hingga kritik masyarakat terhadap keputusan-keputusannya. 

5. Hamka & Siti Raham Vol. 2 (2023)

Hamka & Siti Raham Vol. 2/ Foto: IMDb

Melanjutkan kisah Buya Hamka, di film keduanya tersebut, lebih mengisahkan tentang perjuangannya setelah Indonesia merdeka, terutama dalam mempertahankan persatuan bangsa dan memperjuangkan nilai-nilai agama. 

Ketika terjadi ancaman Agresi Militer Belanda II, Hamka berusaha menyatukan para ulama dan pihak militer Indonesia di Sumatera Utara agar tidak terjadi perpecahan.

Namun, Perjuangannya tidak selalu berjalan lancar karena ia menghadapi berbagai tekanan politik, fitnah, bahkan penangkapan akibat tuduhan keterlibatan dalam gerakan melawan pemerintah. 

Di tengah berbagai kesulitan, Siti Raham selalu hadir sebagai istri yang setia mendampingi dan memberikan kekuatan kepada Hamka. Bahkan, ketika Hamka dipenjara dan mengalami penderitaan, Siti Raham berusaha untuk menyemangati suaminya. 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE