Menemukan Makna Rumah Lewat Pementasan Home Sweet Loan The Musical

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 02 Oct 2026 12:30 WIB
Sinopsis Cerita Home Sweet Loan
Home Sweet Loan The Musical/ Foto: Dok. Visinema

Pementasan Home Sweet Loan The Musical resmi dimulai, Beauties! Kisah yang diangkat dari novel karya Almira Bastari ini dipentaskan dalam 23 pertunjukan pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Home Sweet Loan The Musical dipersembahkan oleh Visinema bersama Indonesia Kaya, berkolaborasi dengan Jakarta Art House.

Kursi penonton penuh pada pementasan pertamanya pada 30 September lalu. Mereka antusias menyaksikan pertunjukan teater yang dinanti-nanti, beberapa berbalutkan wastra untuk merayakan budaya.

Pentas yang berlangsung selama 180 menit merupakan sebuah perjalanan yang emosional. Kisah protagonis bernama Kaluna, seorang perempuan pekerja di Jakarta, menjadi cerminan hidup personal para penontonnya.

Sinopsis Cerita Home Sweet Loan

Home Sweet Loan The Musical

Home Sweet Loan The Musical/ Foto: Dok. Visinema

Memiliki rumah sendiri adalah mimpi terbesar Kaluna. Mimpi itu semakin menemukan urgensinya setelah kondisi rumahnya semakin menekan: satu atap diisi tiga rumah tangga, ruang personal yang tersingkirkan, hingga menemukan dirinya selalu mengalah demi keluarga. Lantas, apakah ini yang disebut dengan rumah, ketika rasa nyaman dan aman tidak ditemukan?

Senantiasa didukung oleh ketiga sahabat kantornya, Kaluna menempuh perjalanan yang tidak mudah. Rintangan dalam mengejar impian, perselisihan dengan saudara karena masalah utang, kehadiran diri dalam keluarga yang sering kali dianggap remeh, hingga mengikhlaskan pengorbanan yang harus dilakukan untuk mereka.

Kaluna pun mengajak penonton untuk melihat bahwa rumah dapat memiliki arti berbeda dalam setiap fase kehidupan. Ada rumah yang menjadi tempat tinggal, ruang yang selama ini dicari untuk merasa aman, sekaligus tempat menyimpan berbagai kenangan, konflik, tanggung jawab, dan hubungan dengan orang-orang terdekat.

“Di panggung, kami memiliki kesempatan untuk menghadirkan sisi-sisi Kaluna dengan cara yang lebih langsung dan personal melalui akting, musik, dan koreografi di hadapan penonton,” ujar Cristian Imanuell, Produser Visinema. “Bagi kami, yang terpenting adalah menjaga kedekatan emosional yang menjadi kekuatan cerita ini, sekaligus memberikan pengalaman baru yang hanya bisa dirasakan melalui pertunjukan langsung.”

Kisah Home Sweet Loan The Musical dihidupkan oleh 37 pemeran yang terdiri dari dua pemeran Kaluna (Kalya Islamadina dan Chintana Jo), 11 pemeran lainnya, 24 pemeran ensembel, serta lebih dari 50 insan kreatif yang bekerja di balik panggung.

Komunikasi yang Tak Dibatasi Dialog

Home Sweet Loan The Musical

Home Sweet Loan The Musical/ Foto: Dok. Visinema

Perjalanan Kaluna menemukan bentuknya melalui musik dan koreografi yang saling melengkapi. Setiap detail diangkat dengan penuh intensi. Tata artistik dan properti, busana, tata cahaya, tata suara, koreografi, hingga live orchestra menjadi bagian dari kesatuan pengalaman panggung.

Pendekatan set panggung dinamis, merepresentasikan ruang yang menjadi kehidupan Kaluna. Dialog yang didukung intonasi yang ekspresif terasa ringan, hangat, dan efisien. Sesekali diselipi guyonan yang menuai tawa dari para penonton yang mendengarnya.

18 lagu yang telah dirangkai seperti Kembali Pulang, Kapan Pulang, Memang Milikku, Berakhir di Aku, dan Rumah dalam Ingatan membawa penonton mengikuti perubahan cara Kaluna memandang rumah dan perjalanan hidupnya.

Home Sweet Loan The MusicalHome Sweet Loan The Musical/ Foto: Dok. Visinema

Daya tarik dari pementasan juga terletak pada suasana dan bahasa panggung yang dikemas secara apik dan bermakna. Koreografi karya El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati menerjemahkan ritme kehidupan Jakarta dan tekanan urban ke dalam gerak, termasuk melalui Tepuk Waras serta visualisasi pergerakan dalam Riuh Jakarta.

Contoh lain yaitu ketika Kaluna pergi dari rumahnya ke stasiun, tanpa tujuan yang pasti. Suasana malam menyelimuti dan waktu terasa melambat. Hanya satu sorot cahaya di sisi kanan panggung menjadi arah tujuan semua orang yang berada di sana. Namun berbeda dengan Kaluna yang justru melawan arus, melangkah menuju kegelapan.

Adegan tersebut seolah mencerminkan kecamuk batin dan rasa kesendirian yang dialami Kaluna, tapi juga menjadi langkah paling berani yang pernah diambilnya. Ia harus meninggalkan tempat tinggalnya, di saat semua orang menjadikan rumah sebagai tujuan akhir yang memberi mereka naungan.

Kesatuan setiap elemen dalam pertunjukan pun berhasil menemukan dampak di hati penonton yang terhanyut dalam cerita, sesuai dengan tujuan tim produksinya. “Perubahan ruang, koreografi, tata cahaya, musik, dan permainan para aktor kami susun mengikuti ritme perjalanan Kaluna, dari kesehariannya yang penuh tekanan hingga momen ketika ia mulai melihat hidup dan pilihan-pilihannya dengan cara berbeda,” ucap Lisa Reideka selaku Sutradara Home Sweet Loan The Musical. “Bagi kami, setiap elemen di panggung memiliki peran untuk membawa penonton semakin dekat dengan perjalanan tersebut.”

Beauties, kamu nggak mau ketinggalan menyaksikannya? Tiket Home Sweet Loan The Musical masih tersedia di loket.com/homesweetloanthemusical. Enjoy!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE