Mengenal 4 Jenis Attachment Style dalam Hubungan Romansa

Vira Nabilla | Beautynesia
Jumat, 23 Oct 2026 14:30 WIB
3. Avoidant Attachment
Ilustrasi Avoidant Attachment/ Foto: Freepik.com/DrazenZigic

Pernah nggak sih kamu merasa butuh kepastian terus dalam hubungan, sementara pasangan justru cenderung menjaga jarak saat ada masalah? Nah, hal tersebut bisa saja berkaitan dengan attachment style dalam suatu hubungan nih, Beauties. 

Gaya keterikatan atau attachment style yakni sebuah pola bagaimana kita membangun kedekatan emosional dengan orang lain, terutama dalam hubungan romansa. Tanpa disadari, gaya keterikatan ini bisa memengaruhi cara kita mencintai, menghadapi konflik, hingga merespons sikap pasangan. 

Yuk, mengenal lebih jauh jenis-jenis attachment style dalam  hubungan  romansa! 

1. Secure Attachment

Ilustrasi Secure Attachment/ Foto: Freepik.com

Gaya keterikatan satu ini cenderung aman karena orang dengan pola ini biasanya nyaman membangun kedekatan emosional, mampu menyampaikan kebutuhan dengan terbuka, dan nggak mudah merah terancam ketika pasangan membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. 

Tipe seperti ini cenderung bisa menghadapi konflik tanpa langsung menganggapnya sebagai tanda bahwa hubungan telah berakhir. Pengaruhnya, justru akan lebih mudah dalam menghadapi konflik dengan mencari solusi bersama. 

2. Anxious Attachment

Ilustrasi Anxious Attachment/ Foto: Freepik.com/stockking

Pola satu ini keterikatan yang ditandai dengan rasa cemas dalam sebuah hubungan. Seseorang dengan pola ini mungkin akan sering overthinking, takut ditinggalkan, membutuhkan kepastian berulang kali.

Gaya keterikatan satu ini akan membuat kamu cenderung mudah merasa khawatir ketika pasangan membalas pesan lebih lama dari biasanya. Tentunya, akan lebih mudah cemburu dalam segala hal, apalagi jika komunikasinya berkurang. 

Untuk itu, diperlukan komunikasi dua arah yang seimbang dan kepastian dalam suatu hubungan. 

3. Avoidant Attachment

Ilustrasi Avoidant Attachment/ Foto: Freepik.com/DrazenZigic

Gaya keterikatan ini, sering membuat seseorang cenderung menjaga jarak secara emosional. Mereka biasanya sangat menghargai kemandirian, merasa kurang nyaman ketika harus terlalu bergantung pada pasangan, atau memilih menarik diri saat menghadapi konflik yang intens. 

Tipe yang seperti ini justru akan membuat hubungan terasa terlalu kaku atau seperti ada jarak, meskipun hubungan terlihat tampak baik-baik saja. Kedekatan emosional dengan pasangan kamu justru akan sulit dibangun, sehingga muncul rasa kesepian dengan sendirinya. 

Sebaiknya, lebih membuka diri serta belajar untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan secara perlahan pada orang yang kamu percaya. 

4. Disorganized Attachment

Ilustrasi Disorganized Attachment/ Foto: Freepik.com/pressfoto

Disorganized Attachment dalam pembahasan hubungan, merupakan pola ketika seseorang menginginkan kedekatan, tetapi sekaligus takut terluka atau ditolak. 

Biasanya orang dengan attachment ini, pernah memiliki trauma atau kurangnya perhatian saat kecil. Mereka juga akan cenderung sulit untuk menenangkan emosi sendiri, sehingga berpotensi berperilaku kasar kepada pasangannya. 

Pola satu ini, membutuhkan bantuan profesional dalam memperbaikinya. Ditambah dengan waktu, kesabaran, dan latihan konsisten untuk menenangkan sistem saraf serta mengubah pola pikir trauma. 

Pengaruh Attachment Style dalam Suatu Hubungan

Ilustrasi Pengaruh Attachment Style/ Foto: Freepik.com

Attachment style dapat memengaruhi banyak aspek dalam hubungan romansa, mulai dari cara berkomunikasi hingga bagaimana seseorang menghadapi masalah. Mengenal attachment style juga bisa menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih sehat. 

Dengan memahami kebutuhan emosional masing-masing, pasangan dapat belajar menyampaikan perasaan tanpa saling menyalahkan, menghargai batasan pribadi, dan mencari cara untuk menghadapi konflik bersama. 

Kabar baiknya, attachment style bukan sesuatu yang sepenuhnya permanen, kok. Pengalaman hubungan dan komunikasi positif dapat mengembangkan pola keterikatan yang lebih aman.  

Pada akhirnya yang terpenting bukan sekadar mengetahui kita termasuk tipe yang mana, melainkan bagaimana kita menggunakan pemahaman tersebut untuk menciptakan hubungan yang saling menghargai, nyaman, dan suportif. 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE