Mengenal Budaya Hanami di Jepang, Bukan Cuma Sekadar Lihat Bunga Sakura Mekar

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 30 Sep 2026 08:30 WIB
Etika Mengikuti Hanami
Etika Mengikuti Hanami/Foto: Magnific

Kalau mendengar Jepang dan musim semi, apa yang langsung terbayang, Beauties? Jalanan penuh bunga berwarna merah muda, taman yang dipenuhi pengunjung, atau mungkin piknik santai di bawah pohon sakura? Semua pemandangan itu memang menjadi bagian dari Budaya Hanami di Jepang, sebuah tradisi yang membuat musim semi terasa semakin istimewa.

Menariknya, Hanami ternyata bukan sekadar kegiatan melihat bunga sakura mekar lalu berfoto di bawahnya. Ada sejarah panjang, kebiasaan berkumpul, makanan khas, hingga etika yang perlu diperhatikan. Jadi, sebelum memasukkan Jepang ke daftar destinasi musim semi, yuk, kenali lebih jauh tradisi Hanami yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya!

Apa Itu Budaya Hanami di Jepang?

Mengenal Hanami di Jepang/Foto: Magnific

Secara sederhana, Hanami berarti menikmati atau melihat bunga. Dilansir dari Advantour, tradisi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang dan paling identik dengan musim ketika bunga sakura mekar di berbagai wilayah.

Namun, Hanami sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan sakura. Pada awal perkembangannya, masyarakat Jepang lebih banyak menikmati bunga plum atau ume. Seiring waktu, sakura justru menjadi bunga yang paling erat dengan tradisi tersebut.

Setiap musim semi, taman dan ruang publik di Jepang dapat dipenuhi masyarakat lokal maupun wisatawan. Mereka datang untuk berjalan santai, mengabadikan pemandangan, atau duduk bersama sambil menikmati makanan dan minuman di bawah pepohonan.

Waktu mekarnya sakura juga berbeda-beda di setiap wilayah. Di Okinawa, bunga dapat mulai muncul sejak akhir Januari, sedangkan Tokyo biasanya memasuki musim sakura pada akhir Maret. Wilayah Kyushu dan Shikoku menyusul sekitar awal April, sementara Hokkaido biasanya mengalami musim sakura pada akhir April hingga awal Mei.

Sejarah Budaya Hanami di Jepang

Sejarah Hanami/Foto: Magnific

Sejarah budaya Hanami di Jepang ternyata sudah dimulai sejak periode Nara, sekitar tahun 710–794. Pada masa tersebut, kegiatan menikmati bunga masih lebih banyak berfokus pada ume atau bunga plum.

Pengaruh budaya Tiongkok menjadi salah satu latar belakangnya karena pohon plum termasuk tanaman yang lebih dahulu diperkenalkan dari Tiongkok. Namun, seiring perkembangan budaya Jepang, perhatian masyarakat perlahan bergeser dari plum menuju sakura.

Pada periode Kamakura, sekitar tahun 1185–1333, kegiatan menikmati sakura masih banyak dilakukan oleh keluarga kekaisaran dan kaum bangsawan. Mereka biasanya mengadakan pertemuan, membuat puisi, serta menggelar jamuan di bawah pepohonan yang sedang berbunga.

Kemudian, pada periode Edo sekitar 1603–1868, Hanami mulai berkembang menjadi kegiatan yang bisa dinikmati masyarakat umum. Pohon sakura ditanam di berbagai jalan dan ruang publik sehingga semakin banyak orang memiliki kesempatan menikmati keindahan musim semi.

Bagaimana Hanami Dirayakan Saat Ini?

Hanami Saat Ini/Foto: Magnific

Kalau kamu membayangkan Hanami hanya sebagai kegiatan duduk di taman, ternyata suasananya bisa jauh lebih meriah. Budaya Hanami di Jepang saat ini juga menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, teman, bahkan rekan kerja.

Orang-orang biasanya membawa makanan dan minuman untuk dinikmati bersama di bawah pohon sakura. Bento menjadi salah satu pilihan populer karena praktis dibawa sekaligus memiliki tampilan yang cantik.

Isi bento dapat berupa nasi, ikan, daging, sayuran, hingga buah. Untuk minuman, teh menjadi pilihan tradisional, sementara sake, plum wine, bir, dan shōchū juga dapat dinikmati dalam jumlah yang wajar.

Di sejumlah lokasi, Hanami juga diramaikan dengan festival dan bazar. Pengunjung bisa menemukan berbagai makanan, suvenir, serta hiburan yang membuat suasana musim semi semakin hidup.

Menariknya, tradisi menikmati bunga di Jepang tidak selalu berpusat pada sakura. Bunga seperti tulip, bunga matahari, dan krisan juga dapat menjadi bagian dari kegiatan menikmati bunga sesuai musim mekarnya.

Tips Mempersiapkan Hanami

Tips Melakukan Hanami di Jepang/Foto: Magnific

Ingin merasakan budaya Hanami di Jepang secara langsung? Jangan hanya memikirkan lokasi yang cantik untuk berfoto. Beberapa persiapan kecil justru bisa membuat pengalaman kamu jauh lebih nyaman.

  • Cek waktu bunga mekar:  Waktu sakura mekar dapat berbeda setiap tahun dan wilayah. Jadi, pastikan mengecek informasi terbaru sebelum menentukan jadwal perjalanan.
  • Perhatikan aturan taman: Tidak semua taman menerapkan aturan yang sama untuk piknik, makanan, minuman, atau penggunaan area tertentu.
  • Siapkan makanan dan minuman: Kamu bisa membawa bekal sendiri atau membeli makanan dari festival dan bazar di sekitar lokasi.
  • Bawa alas duduk: Datang lebih awal juga disarankan jika ingin mendapatkan tempat yang nyaman untuk piknik.
  • Gunakan pakaian hangat: Musim semi belum tentu terasa hangat, terutama ketika kamu duduk cukup lama di luar ruangan.
  • Siapkan kantong sampah: Tempat sampah bisa terbatas sehingga lebih baik membawa kantong sendiri untuk membawa pulang sampah.

Kapan dan Di Mana Bisa Mengikuti Hanami?

Lokasi Hanami di Jepang/Foto: Magnific

Kalau tujuan kamu adalah melihat bunga sakura mekar dalam kondisi terbaik, waktu perjalanan menjadi hal yang cukup penting. Secara umum, periode Hanami berada sekitar akhir Maret hingga awal April, tetapi jadwal tersebut dapat berubah berdasarkan lokasi dan kondisi musim.

Sebagai gambaran, berikut periode yang biasanya digunakan untuk merencanakan perjalanan:

  • Tokyo dan Kyoto: akhir Maret hingga awal April
  • Osaka dan Nara: awal April
  • Hokkaido: akhir April hingga awal Mei

Setelah menentukan waktunya, kamu bisa memilih lokasi sesuai suasana yang ingin dirasakan. Beberapa taman dan tempat berikut termasuk lokasi yang populer untuk menikmati Hanami.

1. Ueno Park – Tokyo

Ueno Park merupakan salah satu taman tertua dan terkenal di Tokyo. Saat musim semi tiba, area taman dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati bunga sakura mekar di sepanjang jalurnya.

Ada hampir 1.000 pohon sakura di kawasan ini, dengan beberapa pohon bahkan dapat berbunga lebih awal. Keramaian pengunjung justru menjadi bagian dari pengalaman jika kamu ingin merasakan suasana Hanami yang meriah.

2. Shinjuku Gyoen – Tokyo

Kalau kamu mencari tempat dengan area hijau yang luas, Shinjuku Gyoen bisa menjadi pilihan. Taman ini memiliki sekitar 1.500 pohon sakura dari 75 jenis yang tumbuh di sekitar kolam dan area taman.

Setiap tahun, Hanami Festival juga diselenggarakan di lokasi ini dan menghadirkan sejumlah tokoh publik Jepang. Meski begitu, taman tetap terbuka untuk masyarakat sepanjang musim Hanami sehingga kamu bisa menikmati suasananya dengan lebih santai.

3. Osaka Castle Park – Osaka

Ingin menikmati budaya Hanami di Jepang sekaligus melihat bangunan bersejarah? Osaka Castle Park bisa masuk dalam daftar destinasi kamu.

Kawasan taman di sekitar Osaka Castle memiliki lebih dari 4.000 pohon sakura. Ketika bunga bermekaran, warna merah muda dan putih dari pepohonan berpadu dengan bangunan kastel yang menjadi latar ikonik.

4. Kiyomizu-dera – Kyoto

Kiyomizu-dera merupakan salah satu kuil terkenal di Kyoto yang dikelilingi pepohonan sakura. Dari veranda kuil yang berada di sisi bukit, pengunjung dapat melihat bunga sekaligus panorama Kota Kyoto.

Kalau datang menjelang sore, kamu juga bisa menikmati perubahan suasana ketika malam tiba. Pencahayaan di area kuil membuat pengalaman melihat bunga sakura mekar terasa semakin berbeda.

5. Matsumae Park – Hokkaido

Kalau jadwal perjalanan kamu tidak memungkinkan datang pada akhir Maret, jangan langsung mencoret Jepang dari daftar. Matsumae Park di Hokkaido menawarkan kesempatan menikmati sakura lebih lama, terutama pada April hingga Mei.

Terdapat lebih dari 10.000 pohon sakura dari sekitar 250 jenis di kawasan ini. Selain pemandangan bunga, area sekitarnya juga memiliki berbagai atraksi bersejarah seperti kuil-kuil tua.

Etika Mengikuti Hanami

Etika Mengikuti Hanami/Foto: Magnific

Serunya menikmati budaya Hanami di Jepang tentu bukan berarti kamu bisa bebas melakukan apa saja di taman. Karena banyak orang berkumpul dalam satu lokasi, ada beberapa etika sederhana yang sebaiknya kamu perhatikan.

  • Jangan merusak pohon sakura: Mematahkan atau menarik ranting pohon dilarang. Kalau ingin membawa pulang kenang-kenangan, lebih baik membeli suvenir dari festival atau toko setempat.
  • Jaga kebersihan: Jangan meninggalkan makanan atau sampah di taman. Bawa kantong sampah sendiri jika tempat sampah di lokasi terbatas.
  • Hormati ruang orang lain: Hindari mengambil area yang terlalu luas atau mengganggu pengunjung lain yang sedang menikmati Hanami.
  • Jaga suasana tetap nyaman: Jika membawa minuman beralkohol, konsumsilah dengan bijak dan tetap perhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Bunga sakura sendiri hanya bertahan dalam waktu yang relatif singkat. Mungkin justru karena itulah Hanami terasa begitu spesial. Ada kesempatan untuk berhenti sejenak, menikmati pemandangan yang hanya hadir pada waktu tertentu, lalu menyimpan momen tersebut sebagai kenangan.

Jadi, kalau suatu saat kamu berkesempatan mengunjungi Jepang saat musim semi, jangan buru-buru fokus mencari spot foto. Duduklah sebentar di bawah pepohonan, nikmati makanan yang dibawa, dan rasakan sendiri suasana yang membuat tradisi Hanami terus bertahan hingga sekarang!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE