Mengenal Telok Abang, Tradisi Warga Palembang Sambut 17 Agustus

Natasha Riyandani | Beautynesia
Sabtu, 15 Aug 2026 11:00 WIB
Makna Tradisi Telok Abang
Makna telok abang/ Foto: detikCom/Prima Syahbana

Berbagai tradisi kerap dilakukan masyarakat Indonesia dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus. Salah satunya di Palembang, Sumatra Selatan, di mana masyarakat setempat memiliki tradisi khas yang dikenal dengan ‘Telok Abang’.

Telok abang adalah tradisi berupa telur direbus bercangkang merah yang ditancapkan pada mainan berbentuk kapal, pesawat, atau mobil-mobilan yang terbuat dari gabus. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun dan hanya ditemukan menjelang 17 Agustus saja.

Lantas, seperti apa keseruan tradisi ‘Telok Abang’ yang ada di Palembang dan bagaimana sejarahnya? Dilansir dari detikSumut, berikut rangkuman informasinya.

Apa Itu Telok Abang?

Telok Abang/ Foto: detikCom/Prima Syahbana

Dalam bahasa Palembang, kata “telok” berarti telur dan “abang” berarti merah. Secara keseluruhan, telok abang adalah sebuah tradisi berupa telur rebus yang diberi pewarna merah dan ditancapkan pada miniatur kendaraan dari gabus atau karton seperti kapal laut, pesawat, dan mobil-mobilan.

Biasanya, telok abang juga dilengkapi dengan kertas warna-warni dan hiasan bendera merah putih yang menggambarkan semangat kemerdekaan. 

Sejarah Tradis Telok Abang

Sejarah telok abang/ Foto: dok. WongKito

Tradisi telok abang ternyata sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dulunya, telok abang digunakan untuk memperingati ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina II. Masyarakat Palembang merayakannya dengan membuat kreasi telur merah dan perahu hias.

Meski telah lepas dari penjajahan Belanda, tetapi tradisi telok abang tetap dipertahankan dan kini diteruskan untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI setiap bulan Agustus di Kota Palembang.

Namun, seiring waktu, telok abang mengalami perubahan, baik dari jenis telur hingga pewarnanya. Awalnya, telok abang memakai telur bebek dan diberi pewarna kesumbo, namun kini diganti menggunakan telur ayam serta pewarna kue yang lebih mudah ditemukan dan aman untuk dimakan.

Menariknya, selain telok abang yang terbuat dari telur ayam, masyarakat Palembang juga memiliki olahan telur lainnya yang dibuat khusus untuk perayaan 17 Agustus, yakni telok ukan dan telok pindang.

Telok ukan merupakan kuliner yang cukup unik, terbuat dari cangkang telur bebek namun isiannya adalah kue dengan cita rasa gurih dan asin. Sementara itu, telok pindang merupakan olahan telur rebus dengan bumbu pindang. Telur tersebut memiliki rasa rempah yang kaya karena terbuat dari beragam rempah seperti daun salam, daun jambu biji, bawang, dan garam.

Berkat nilai sejarahnya tersebut, telok abang resmi ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2023 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Makna Tradisi Telok Abang

Makna telok abang/ Foto: detikCom/Prima Syahbana

Tradisi telok abang memiliki makna yang sama dengan bendera Sang Saka Merah Putih, yang dimaknai sebagai simbol keberanian, semangat kemerdekaan, dan pengingat kejayaan maritim masa lalu.

Telur berwarna merah merupakan simbol melawan penjajah Belanda. Dengan begitu, warna merah dianggap menunjukkan perlawanan dan keberanian masyarakat Indonesia dalam melawan penjajah. Sedangkan, isi telur warna putih adalah lambang kehidupan yang suci dan bersih.

Sementara, telur merah yang dilengkapi dengan kapal bertujuan agar masyarakat Palembang senantiasa ingat bahwa dulunya Palembang adalah pusat kerajaan maritim yang sangat besar.

Banyak Dijual di Pinggir Jalan

Potret penjual telok abang di depan Kantor Wali Kota Palembang/ Foto: detikCom/Prima Syahbana

Menjelang 17 Agustus, pedagang telok abang mulai banyak bermunculan. Mereka biasanya berjejer menjajakan dagangannya di sepanjang jalanan kota, salah satunya yang paling terkenal di Jalan Merdeka depan Kantor Wali Kota Palembang.

Dijajakan sejak awal hingga akhir bulan Agustus, dengan puncak penjualan mendekati tanggal 17 Agustus. Biasanya, mereka buka dari pagi hari sampai malam hari.

Harga yang ditawarkan pun sangat bervariatif, tergantung bentuk dan jenisnya. Mainan berbentuk kapal-kapalan atau pesawat dengan memakai telok abang (telur merah), biasanya dibanderol Rp40.000 untuk versi pesawat dan sekitar Rp45.000 untuk versi kapal-kapalan.

Namun, harganya bisa lebih murah jika tanpa telok abang atau mainannya saja. Dibanderol mulai Rp35.000 untuk versi pesawat dan sekitar Rp40.000 untuk versi kapal-kapalan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE