Mengenal Townsizing, Cara Baru Gen Z Menikmati Liburan yang Lebih Slow dan Autentik

Retno Anggraini | Beautynesia
Sabtu, 02 May 2026 12:30 WIB
Townsizing, cara baru Gen Z menikmati liburan yang lebih slow dan autentik/Foto: Freepik.com/jcomp

Saat ini, liburan bagi Gen Z bukan lagi tentang pergi ke tempat yang viral dan ramai, Banyak Gen Z sekarang mulai melirik pengalaman traveling yang lebih tenang, personal, dan terasa hidup. Di tengah hiruk-pikuk destinasi populer yang semakin padat, muncul satu tren baru bernama townsizing yang menawarkan cara liburan berbeda dengan lebih santai, lebih dekat dengan lokalitas, dan jauh dari keramaian.

Townsizing jadi jawaban buat kamu yang ingin menikmati perjalanan tanpa tekanan itinerari padat atau FOMO destinasi viral. Tren ini juga menjadi cara baru dalam melihat liburan sebagai momen untuk recharge secara emosional. Penasaran dengan tren llburan satu ini? Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Pengertian Townsizing


Pengertian townsizing/Foto: Freepik.com/boyarkinamarina

Melansir Huffposts, istilah townsizing mulai populer setelah muncul dalam laporan tren perjalanan “Where To Next? 2025” dari Priceline yang dirilis pada Oktober lalu. Secara sederhana, townsizing adalah konsep traveling dengan memilih destinasi kota kecil yang lebih sepi dibandingkan kota besar atau destinasi wisata mainstream. Fokusnya ada pada pengalaman yang lebih intim, autentik, dan jauh dari keramaian turis.

Berbeda dengan liburan konvensional yang mengejar landmark terkenal, townsizing justru mengajak kamu untuk menikmati hal-hal sederhana, seperti berjalan kaki di jalanan kecil, mengobrol dengan warga lokal, mencoba makanan khas setempat, hingga merasakan ritme hidup yang lebih lambat. Tren ini sangat dekat dengan konsep slow travel, di mana kualitas pengalaman lebih penting daripada kuantitas destinasi.

(naq/naq)