Wisata Sejarah Pulau Kuku
Di sini Minasan dapat menemukan peninggalan warga Vietnam yang pernah tinggal di sini.
Bukti sejarah eksodus warga Vietnam ke pulau Anambas, akibat perang Vietnam yang terjadi tahun 1957 hingga 1975 masih tersimpan rapih di Pulau Jemaja, Anambas. Khusus di Desa Kuku yang berbatasan dengan Desa Air Biru, terdapat sejumlah batu nisan kuburan serta bangunan peninggalan masyarakat Vietnam yang pernah bermukim di kepulauan ini.https://www.tribunnews.com/nasional/2010/10/27/jejak-sejarah-pengungsi-vietnam-di-pulau-anambas |
Desa Bukit Padi
Minasan dapat menikmati pemandangan berupa hamparan sawah yang sangat hijau lengkap dengan hewan ternak dan bangau putih. Benar - benar seperti pemandangan yang keluar dari dalam lukisan, ya.
| Baca Juga : 8 Gaya Kepang untuk Rambut Pendek |
Pulau Mengkait
Inilah kampung para nelayan di Pulau Anambas. Minasan dapat mengunjungi pulau ini untuk mengetahui kehidupan para nelayan sehari-hari secara langsung.
Anda ingin berwisata kampung nelayan yang masih "perawan"? Maka tidak salah apabila Anda memilih Pulau Mengkalit untuk berwisata. Kampung nelayan yang ada di Pulau Mengkait menjadi percontohan sebagai kampung wisata di Kepulauan Anambas. Penduduk yang ramah, air laut yang bening serta ratusan perahu pompong menjadai daya tarik Pulau Mengkait.https://www.way2east.com/destinations/Pulau-Mengkait |
Pulau Durai
Salah satu tempat yang selalu menimbuulkan decak kagum para wisatawan antara lain Pulau Bawah yang memiliki keindahan bawah lautnya, serta Pulau Durai, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) yang memiliki panorama alam yang indah berupa hamparan pasir putih serta merupakan tempat habitat penyu belimbing (Dermocheyls Coriacea).https://www.tribunnews.com/regional/2013/06/04/pesona-pulau-durai-yang-mendunia |
| Baca Juga : Menstruasi Tidak Teratur? Ini 7 Penyebabnya |
Desa Air Sena
Di sini, ikan Napoleon dapat Minasan lihat dengan mata telanjang tanpa perlu menyelam.
Di Air Sena, kolam-kolam budidaya napoleon berjajar di tengah laut. Kolam-kolam itu terbuat dari jaring ikan dua lapis yang diletakkan di dasar laut, lalu ditegakkan dengan batang-batang kayu berdiameter kira-kira 15-20 sentimeter. Bentuknya menyerupai karamba jaring. Air yang digunakan adalah air langsung dari laut sehingga meski berada di kolam, napoleon seolah tetap berada di habitat alaminya.https://travel.kompas.com/read/2015/02/24/142100327/Mengunjungi.Napoleon.di.Anambas |
(ebn/ebn)