Menurut Psikolog, Kalimat Ini Bisa Bikin Orang Manipulatif Diam Tak Berkutik
Beauties, pernah berhadapan dengan orang yang manipulatif? Memang bukan hal yang mudah menghadapi dan menanggapi orang yang manipulatif. Apa pun yang kita katakan, ia selalu berusaha memutarbalikkan fakta dan membuat kita merasa bersalah. Bahkan, pada tahap tertentu, aksi manipulatif mereka bisa membuat kita mempertanyakan ingatan atau keyakinan diri sendiri.
Kamu mungkin pernah berusaha merespons mereka dengan mendebat atau memberikan penjelasan panjang lebar. Kamu berpikir kamu telah menyampaikan berbagai fakta, dan kamu berharap mereka paham. Namun, menurut psikolog, respons seperti ini justru bisa memperburuk situasi, Beauties.
Oleh karena itu, psikolog membagikan satu kalimat yang bisa membuat orang manipulatif diam tak berkutik. Kira-kira kalimat apa itu?
Menurut Psikolog, Kalimat Ini Bisa Bikin Orang Manipulatif Diam Tak Berkutik
Menurut Psikolog, Kalimat Ini Bisa Bikin Orang Manipulatif Diam Tak Berkutik/Foto: Pexels.com/Timur Weber
Ketika seseorang mencoba memanipulasimu, kamu bisa mengajukan pertanyaan ini kepada mereka: "Bisakah kamu menjelaskan lebih lanjut apa maksudmu?"
Dilansir dari Parade, menurut psikolog Dr. Ashley Woodhull, PhD, jika diajukan dengan pembawaan yang tenang, pertanyaan ini dapat membuat manipulator bingung sekaligus meredakan ketegangan dalam percakapan. Pertanyaan ini menandakan bahwa kamu tidak memberikan reaksi emosional seperti yang diharapkan seorang manipulator.
Kalimat ini membuat kamu terlihat tetap tenang dan terkendali, bahkan ketika manipulator ingin kamu bereaksi secara impulsif. Selain itu, dengan mengajukan pertanyaan ini, kamu juga telah mengalihkan beban kepada mereka. Kini, merekalah yang harus memberikan penjelasan, sementara kamu tidak perlu bersikap defensif.
Lantas, di situasi seperti apa kita bisa menggunakan kalimat tersebut?
Dr. Woodhull memberi contoh. Misalnya ketika seseorang sedang melakukan gaslighting. Orang yang manipulatif akan menyangkal telah melakukan kesalahan, bersikeras bahwa ingatanmu keliru atau kamu hanya mengarang kejadian tersebut. Mereka mungkin berkata, “Itu tidak pernah terjadi. Kamu selalu salah paham atau hanya membayangkannya saja.”
Kamu bisa membalas perkataan mereka dengan mengatakan, "Bisa kamu jelaskan lebih lanjut apa maksudmu?"
Namun, bagaimana jika mereka terus mempertanyakan realitasmu? Dr. Woodhull menyarankan untuk mengatakan, “Ingatanku mengenai situasi tersebut berbeda. Bisakah kamu menunjukkan bagian spesifik mana yang menurut kamu tidak terjadi?”
Jika mereka terus melakukan gaslighting, kamu bisa mengatakan, “Aku tidak akan berdebat soal ingatanku. Mari kita berpegang pada fakta yang bisa diverifikasi.”
Teknik Gray-rocking untuk Hadapi Orang Manipulatif
Teknik Gray-rocking untuk Hadapi Orang Manipulatif/Foto: Pexels.com/Timur Weber
Beauties, jika selama ini kamu menanggapi sikap manipulatif seseorang dengan memberikan pembenaran, berdebat, bersikap defensif, atau melontarkan penjelasan, respons ini sebenarnya sangat wajar dan sring terjadi.
Namun, perlu diingat, jika upayamu tidak membuahkan hasil, bukan berarti kamu tidak melakukan komunikasi dengan baik. Sebab, menurut Dr. Woodhull, orang yang manipulatif tidak mencari penyelesaian masalah. Mereka hanya ingin kendali atas situasi dan atas dirimu.
“Saat Anda mencoba mempertahankan argumen, Anda justru memberikan ‘amunisi’ tambahan bagi orang manipulatif tersebut untuk menyerang Anda," tambah Dr. Woodhull.
Pada dasarnya, orang manipulatif akan memancing lawan bicara agar merasa berkewajiban untuk memberikan penjelasan. Setelah itu, mereka akan berdebat demi mendapatkan kendali. Dampaknya, kamu akan merasa semakin tidak dipahami dan membuatmu bersikap defensif serta terjebak dalam "kabut emosional" yang menguras energi.
“Mereka akan memanfaatkan reaksi emosional Anda sebagai senjata untuk melawan Anda, sekaligus membuat Anda merasa seolah-olah Andalah pihak yang bersalah,” ungkap Dr. Woodhull.
Selain menggunakan kalimat yang sudah disarankan sebelumnya, Dr. Woodhull juga menyarankan untuk merespons dengan teknik bernama "gray-rocking", yaitu sikap tidak melibatkan diri.
“Gray-rocking berarti Anda bersikap layaknya batu abu-abu yang tidak menarik,” jelasnya. “Anda harus bersikap membosankan dan biasa saja, alih-alih menunjukkan emosi yang berlebihan. Untuk melakukan gray-rocking, berikan respons yang singkat, tenang, dan netral.”
Sikap ini bukan berarti kamu sedang menunjukkan persetujuan dengan apa yang dikatakan manipulator. Justru, kamu bersikap layaknya batu yang keras dan kokoh, tampak tenang tanpa emosi dan tidak tergoyahkan.
"Cara ini efektif karena melumpuhkan hal yang menjadi penggerak utama orang manipulatif: memancing respons emosional, mengumpulkan informasi pribadi, dan mencari celah untuk membuktikan bahwa Anda salah,” lanjut Dr. Woodhull.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!