Menurut Psikologi, 3 Hal Ini Diam-Diam Membuat Kamu Lebih Menarik

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Sabtu, 22 Aug 2026 15:00 WIB
Memiliki Daya Tarik Personal yang Unik
Daya tarik seseorang dapat muncul dari kualitas unik, seperti kemampuan memimpin, mendengarkan, memberi nasihat, atau menciptakan koneksi dengan orang lain/Foto: Magnific

Daya tarik seseorang ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh penampilan semata. Cara kamu memandang dan memperlakukan diri sendiri juga berperan besar dalam membentuk kesan di mata orang lain.

Lantas, apa saja hal yang diam-diam bisa membantu meningkatkan daya tarik dirimu itu? Simak cara menjadi lebih menarik menurut psikologi melalui artikel yang dilansir dari Your Tango di bawah ini!

Mengutamakan Nilai Diri di Atas Penampilan Fisik

Cara menjadi lebih menarik dapat dimulai dengan menghargai nilai diri, bukan hanya memperhatikan penampilan fisik. Kepribadian, kepedulian, bakat, dan etos kerja turut membentuk kualitas seseorang. Memiliki self-love juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan ketahanan dalam menghadapi stres.
Cara menjadi lebih menarik dapat dimulai dengan menghargai nilai diri, bukan hanya memperhatikan penampilan fisik/Foto: Magnific

Banyak orang merasa kurang percaya diri karena terlalu fokus pada penampilan fisik. Saat membahas self-love, rasa percaya diri, harga diri, atau hubungan asmara, tidak sedikit orang yang justru sibuk mengkritik kekurangan pada diri mereka. Padahal, yang membuat seseorang benar-benar berharga bukan hanya penampilannya, melainkan juga kepribadiannya.

Hobi, bakat, kepedulian terhadap orang lain, kebaikan hati, kemurahan hati, dan etos kerja adalah kualitas yang membentuk jati diri seseorang. Oleh karena itu, cobalah lebih menghargai kelebihan-kelebihan tersebut dan jadikan sebagai kekuatan dalam menjalani hidup. Penampilan fisik akan berubah seiring waktu, tetapi karakter dan nilai yang kamu miliki akan tetap menjadi hal yang membuatmu berarti.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Mindfulness pada tahun 2023 juga menunjukkan bahwa self-love dan self-compassion berkaitan dengan berkurangnya gejala kecemasan dan depresi, meningkatkan kemampuan menghadapi stres, serta pandangan hidup yang lebih optimistis. Selain itu, membiasakan diri bersikap baik dan memaafkan diri sendiri dapat membantu seseorang menghadapi kegagalan dan tantangan dengan lebih baik.

Memiliki Daya Tarik Personal yang Unik

Daya tarik seseorang dapat muncul dari kualitas unik, seperti kemampuan memimpin, mendengarkan, memberi nasihat, atau menciptakan koneksi dengan orang lain/Foto: Magnific

Setiap orang memiliki kualitas unik yang menjadi ciri khasnya. Bagi sebagian orang, itu bisa berupa jiwa kepemimpinan yang membuat mereka senang menciptakan sesuatu, menginspirasi orang lain, dan mendorong orang-orang di sekitarnya untuk berkembang; bagi yang lain, daya tarik tersebut mungkin muncul dari kemampuan menjadi pusat perhatian, kebiasaan mendengarkan dengan baik dan memberikan nasihat yang bijaksana, atau aura misterius yang memikat secara alami. Kualitas-kualitas inilah yang sering kali membuat seseorang terlihat menarik di mata orang lain.

Oleh karena itu, kenali dan manfaatkan kelebihan yang kamu miliki. Teman, pasangan, maupun rekan kerja akan menyadari keunikan tersebut, bahkan bisa jadi ada yang tertarik kepadamu karena hal itu.

Selain meningkatkan hubungan dengan orang lain, memahami apa yang membuatmu istimewa juga membantumu mengambil keputusan yang lebih bermakna, menggunakan kemampuanmu secara efektif, dan menjalani hidup yang selaras dengan nilai-nilai yang kamu yakini. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neuron pada tahun 2015 juga menunjukkan bahwa orang yang memiliki tujuan hidup yang jelas cenderung hidup lebih lama dan lebih sehat.

Tidak Bergantung pada Validasi Orang Lain

Cara menjadi lebih menarik dapat dimulai dengan berhenti bergantung pada validasi dan penilaian orang lain/Foto: Magnific

Salah satu tanda bahwa seseorang benar-benar menarik adalah ketika ia tidak lagi menjadikan standar, ukuran, atau ekspektasi masyarakat sebagai patokan utama dalam menjalani hidup. Ia memahami bahwa kesempurnaan tidak mungkin dicapai sehingga memilih untuk menerima diri sendiri dan membiarkan orang lain menjalani hidup dengan caranya masing-masing. Sikap ini membuat seseorang tampak tenang, percaya diri, dan autentik.

Sebaliknya, terlalu memikirkan penilaian orang lain dapat menghambat seseorang menjadi diri sendiri, mengejar passion, serta mengambil keputusan yang selaras dengan nilai-nilai yang diyakininya. Bahkan, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers for Young Minds pada tahun 2024 menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut juga dapat membuat seseorang merasa terjebak dalam peran sosial dan tuntutan lingkungan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.