Meryl Streep dan Suaranya dalam Menentang Ketidaksetaraan Gender
Meryl Streep, aktris Hollywood yang telah membintangi deretan film ternama, dikenal kerap menyuarakan isu ketidaksetaraan gender. Pada 2016, dilansir dari HuffPost, Streep bersama Michelle Obama mengunjungi Maroko dalam rangka kampanye Let Girls Learn, yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak perempuan. Dalam kesempatan tersebut, Streep turut membagikan kisah tentang neneknya dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk kepeduliannya terhadap hak-hak perempuan.
Streep menceritakan bahwa neneknya pernah hidup pada masa ketika perempuan belum memiliki hak pilih dan harus menitipkan suaranya kepada suaminya untuk diwakili dalam pemilihan umum. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang mendorong Streep untuk menyuarakan hak-hak perempuan.
Baginya, larangan memilih bukan sekadar membatasi partisipasi perempuan dalam politik, tetapi juga meniadakan kesempatan mereka untuk menentukan kebijakan yang turut memengaruhi kehidupan mereka. Dengan memanfaatkan pengaruhnya sebagai figur publik, Streep terus mengangkat isu ketidaksetaraan gender dalam berbagai kesempatan untuk mendorong diskusi yang lebih luas di masyarakat.
Yuk, kita lihat kiprah Meryl Streep dalam menentang ketidaksetaraan gender, Beauties!
Pidato Meryl Streep sebagai Respon Pembatasan Hak-Hak Perempuan di Afghanistan
Meryl Streep Berpidato pada Sidang Umum PBB 2024/Foto: edition.cnn.com
Dilansir dari The Washington Post, pada 2024, Meryl Streep menyampaikan pernyataan yang menyoroti pembatasan hak-hak perempuan di Afghanistan dalam sebuah diskusi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Seekor tupai punya lebih banyak hak dan kebebasan daripada perempuan,” ungkapnya, merujuk pada kebijakan Taliban yang membatasi kehidupan perempuan, termasuk akses terhadap pendidikan menengah dan perguruan tinggi serta ruang publik.
“Di Kabul, seekor burung diperbolehkan menyanyi, tetapi tidak dengan para perempuan di sana,” lanjutnya. Pernyataan tersebut menyoroti aturan yang membatasi perempuan untuk bersuara dan bernyanyi di ruang publik, serta kewajiban berpakaian yang diberlakukan oleh Taliban.
Dalam forum tersebut, Streep dan sejumlah aktivis HAM Afghanistan mendesak PBB agar mengambil langkah nyata untuk menjamin keselamatan perempuan sekaligus memulihkan hak-hak mereka yang telah dibatasi.
Pidato Meryl Streep dalam Forum Women in The World
Meryl Streep dalam Forum Women in The World/Foto: USAToday.com
Pada 2015, Streep juga menyuarakan perjuangan kesetaraan gender dalam konferensi Women in The World. Merujuk pada pemberitaan The Guardian, ia menegaskan bahwa perjuangan perempuan dalam memperoleh hak-haknya belum sepenuhnya selesai. Sejak perempuan memperjuangkan hak pilih, masih banyak persoalan ketidaksetaraan gender yang perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, meskipun perempuan telah mencapai berbagai kemajuan, masih ada batasan yang menghambat mereka untuk menduduki posisi-posisi tertinggi.
“Kita berangkat dari bawah, tapi eselon atas itulah yang belum berhasil kita tembus,” ungkapnya dalam pidato tersebut. Ia juga menekankan bahwa upaya mengatasi ketidaksetaraan gender tidak bisa hanya dibebankan kepada perempuan. Pria juga perlu terlibat aktif dalam mendorong perubahan tersebut.
Meryl Streep dan Isu Seksisme di Industri Hiburan
Dukungan Meryl Streep untuk Pidato yang Membahas Kesenjangan Upah di Industri Hiburan/Foto: vanityfair.com
Selain dalam berbagai agenda kesetaraan gender, Meryl Streep juga vokal menyuarakan isu ini di Hollywood. Dilansir dari Salon, ia pernah memberikan donasi untuk mendukung penulis skenario perempuan berusia di atas 40 tahun agar tetap memperoleh kesempatan dalam industri film. Streep juga menunjukkan dukungannya terhadap pidato aktris Patricia Arquette dalam ajang Oscar, yang menyoroti kesenjangan upah antara aktor perempuan dan pria.
Tak hanya persoalan upah dan kesempatan kerja, Streep turut menyoroti minimnya keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan di industri hiburan. Menurutnya, pria yang menduduki posisi strategis di agensi dan studio perlu menyadari pentingnya melibatkan perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
Kehadiran perempuan dapat memperkaya perspektif dalam proses kreatif dan hasil produksi, bukan karena pandangan perempuan lebih baik daripada pria, melainkan karena pengalaman dan sudut pandang mereka dapat berbeda. Oleh karena itu, upaya mengatasi ketidaksetaraan gender di industri kreatif juga membutuhkan keterlibatan pria, terutama mereka yang memiliki pengaruh dalam menentukan arah industri tersebut.
Meryl Streep dan Upaya Memperjuangkan Kesetaraan Gender
Meryl Streep dan Upaya Memperjuangkan Kesetaraan Gender/Foto: NBC/Paul Drinkwater)
Pada akhirnya, kiprah Meryl Streep dalam menyuarakan kesetaraan gender menunjukkan bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti setelah hak-hak dasar berhasil diperoleh. Kesempatan untuk berpartisipasi, memperoleh pengakuan yang setara, dan terlibat dalam pengambilan keputusan juga menjadi bagian penting dari perjuangan tersebut.
Melalui pengaruhnya sebagai figur publik, Streep terus membuka ruang diskusi mengenai berbagai bentuk ketidaksetaraan yang masih dihadapi perempuan, baik di dunia hiburan maupun masyarakat luas.
Perjuangan ini bukan semata-mata tanggung jawab perempuan, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih setara, Beauties. Sebab, kesetaraan gender bukan hanya tentang memberikan perempuan kesempatan untuk bersuara, tetapi juga memastikan bahwa suara mereka didengar dan diperhitungkan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!