Lebih Kuat dan Tangguh
Percaya nggak percaya, anak yang punya lahir atau besar di tengah keluarga yang terpisah akan tumbuh jadi anak bermental kuat dan tangguh. Sejak kecil, ia sudah terbiasa ‘menelan’ kehidupan yang keras, pahit dan penuh kesedihan. Perubahan drastis dalam kehidupannya justru membuat si anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah terpengaruh omongan orang lain. Perlahan, hal ini membentuknya menjadi sosok yang tangguh dalam menghadapi setiap permasalahan hidup. Bukan hal yang tidak mungkin jika seorang anak broken home juga memiliki sifat yang lebih dewasa dari usianya.
Ingin Menjadi Lebih Sukses
Jiwa pejuang dan pekerja keras anak yang besar di tengah orangtua yang berpisah telah terbentuk sejak kecil. Ia memiliki keinginan untuk membuktikan jika tetap bisa sukses meskipun keluarganya mengalami masalah. Hal ini membuatnya semakin terpacu untuk meraih sukses setinggi-tingginya tanpa kenal lelah. Ia ingin membuktikan pada dirinya sendiri dan juga pada dunia, bahwa ia berhasil move on dan melanjutkan ‘kehidupan’ barunya. Semangat inilah yang kerap mengantarkannya pada kesuksesan.
Lebih Kreatif dan Mandiri
Perbedaan paling mencolok dari seorang anak yang berasal dari keluarga harmonis dan anak broken home adalah kemandirian. Anak broken home cenderung lebih mandiri untuk melakukan semuanya sendiri. Anak dari keluarga yang tidak berpisah akan lebih bergantung pada orangtuanya.
Pengalaman hidup membentuknya jadi cepat dewasa dan mampu melakukan semua sendiri tanpa bantuan orang lain. Bukan hanya tindakan, anak broken home juga terbiasa berpikir kreatif untuk bisa berhasil dalam pendidikan, pekerjaan dan karirnya. Tidak heran, anak broken home ketika dewasa banyak yang lebih sukses.
Sikap Empati dan Cinta Keluarga
Trauma perceraian kedua orangtua di masa lalu membuat anak broken home bertekad untuk memiliki keluarga yang utuh. Rasa empatinya juga pasti semakin besar dan peka terhadap hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan keluarga. Anak broken home biasanya tidak terburu-buru memutuskan untuk menikah sampai ia menemukan pasangan yang memiliki satu visi dan sama-sama menghargai pentingnya berkeluarga.
Ia sangat menjunjung tinggi cinta dan kesetiaan, demi mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Anak broken home akan rela mengorbankan apapun untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari kedua orangtuanya.
So Beautynesian, jangan pernah sepelekan anak korban broken home yang selama ini sering kamu pandang sebelah mata. Be good and stay positive!