Mudah Kaget dengan Suara Keras? Mungkin Ini 7 Penyebabnya!

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Rabu, 28 Oct 2026 17:00 WIB
1. Hiperarousal (Sistem Saraf dalam Mode Siaga Tinggi)
Ilustrasi merasa terkejut/Foto: Freepik.com/drobotdean

Beauties, apakah kamu termasuk orang yang mudah terkejut ketika mendengar suara keras? Hmm, jika kamu mudah kaget atau merasa gugup meskipun oleh hal-hal kecil, bisa jadi ini menjadi tanda adanya masalah yang perlu diperhatikan. 

Melansir dari Your Tango, berikut beberapa kemungkinan yang menyebabkan seseorang mudah kaget mendengar suara keras. Simak!

1. Hiperarousal (Sistem Saraf dalam Mode Siaga Tinggi)

Ilustrasi merasa terkejut/Foto: Freepik.com/drobotdean

Hiperarousal merupakan suatu kondisi ketika otak dan tubuh tetap berada dalam keadaan siaga tinggi, meskipun tidak ada bahaya yang mengancam. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini dapat membuat seseorang seolah-olah terus berada dalam mode lawan atau lari (fight or flight), padahal tidak ada ancaman di sekitarnya. 

Kondisi tersebut terjadi ketika sistem saraf simpatik, yang berperan dalam membantu tubuh merespons ancaman, tetap aktif lebih lama dari yang diperlukan. Akibatnya, seseorang bisa merasa tegang dan mudah terkejut oleh suara tiba-tiba, yang mungkin tidak terlalu diperhatikan orang lain. 

Sementara itu, hiperarousal dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kecemasan dan trauma. Gejalanya bisa bermacam-macam, mulai dari sering khawatir, mengalami kilas balik terhadap peristiwa traumatis, hingga menjadi sangat sensitif terhadap suara, bau, atau tekstur tertentu. Selain itu, sebagian orang juga ada yang mengalami ledakan amarah. 

2. Hipervigilansi (Terus-menerus Mewaspadai Kemungkinan Bahaya)

Ilustrasi menutup wajah/Foto: Freepik.com/8photo

Hipervigilansi mirip dengan hiperarousal, namun keduanya memiliki perbedaan. Hiperarousal adalah kondisi ketika otak dan tubuh terus berada dalam keadaan siaga tinggi, sementara hipervigilansi membuat seseorang terus-menerus mengamati lingkungan sekitarnya untuk mencari tanda-tanda bahaya. 

Kedua kondisi tersebut dapat terjadi secara bersamaan. Akibatnya, seseorang sulit merasa aman dan terus mengantispasi ancaman, meski tidak sedang ada bahaya. 

Menurut Survivors.org, hipervigilansi dapat membuat seseorang menjauh dari orang lain atau menghindar dari situasi yang dianggap tidak aman, meskipun sebenarnya tidak ada ancaman. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu hubungan sosial dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit. 

3. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

Ilustrasi merasa stres/Foto: Freepik.com/magnific

Seseorang yang mengalami pengalaman traumatis dapat membuatnya terus merasa cemas atau waspada, meskipun bahaya telah berlalu. Dr. Kirtly Parker Jones menjelaskan bahwa gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) tidak hanya dialami oleh tentara yang kembali dari perang. Kondisi ini juga dapat berkembang setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti penyerangan, kecelakaan mobil yang serius, atau keadaan darurat medis yang menakutkan. 

Namun, tidak semua orang yang mengalami trauma akan mengalami PTSD. Bagi orang yang mengalaminya, perasaan aman mungkin sulit kembali seperti semula. Otak dan tubuh tetap dapat berada dalam kondisi siaga tinggi, sehingga suara keras atau suara yang muncul tiba-tiba terasa mengancam, meskipun sebenarnya tidak ada bahaya di sekitarnya. 

4. Gangguan Kecemasan Umum (GAD)

Ilustrasi merasa frustasi/Foto: Freepik.com/avatar DC Studio

Menurut sebuah penelitian kecil tahun 2009, orang yang memiliki gangguan Kecemasan umum (generalized anxiety disorder atau GAD), cenderung lebih mudah terkejut oleh suara tiba-tiba ketika sedang memikirkan hal-hal yang mengkhawatirkan atau mencoba untuk rileks. 

5. Konsumsi Kafein Berlebihan

Ilustrasi secangkir kopi/Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Menurut Dr. Jones, konsumsi kafein juga dapat membuat seseorang lebih mudah terkejut. Terlalu banyak mengonsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya dapat menyebabkan kegelisahan dan membuat seseorang lebih mudah tersinggung. Akibatnya, suara yang tidak terlalu mengganggu orang lain bisa memicu reaksi yang lebih kuat. 

Sementara itu, UCLA Health menjelaskan bahwa kafein merangsang sistem saraf pusat (SSP), sehingga membuat seseorang merasa lebih waspada dan sulit untuk rileks. Efek ini dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap rangsangan di sekitarnya, termasuk suara yang muncul secara tiba-tiba.  

6. Kurang Tidur

Ilustrasi merasa kurang tidur/Foto: Freepik.com/benzoix

Kurang tidur dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah terkejut dan tersinggung. Dr. Jones menjelaskan, bahwa kurang tidur dapat membuat otak menjadi lebih reaktif terhadap berbagai rangsangan. 

Sementara itu, menurut Neuro-Visual Performance Institute, kelelahan juga dapat menyulitkan seseorang dalam mengendalikan responsnya, termasuk ketika mendengar suara yang muncul secara tiba-tiba. 

7. Stres Kronis

Ilustrasi sedang merasa stres/Foto: Freepik.com/jcomp

Saat seseorang mengalami stres terus-menerus, maka hal ini dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan dan membuat seseorang lebih mudah bereaksi terhadap rangsangan di sekitarnya. 

Dr. Jones menjelaskan, bahwa kortisol merupakan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap stres. Ia juga menjelaskan penelitian yang melibatkan perempuan hamil dengan tingkat stres dan kadar kortisol yang tinggi. 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan, bahwa bayi dari ibu yang mengalami kondisi tersebut juga memiliki kadar kortisol yang tinggi dan cenderung lebih mudah terkejut. Temuan ini menunjukkan, bahwa kondisi selama kehamilan dapat memengaruhi respons bayi terhadap rangsangan, termasuk suara yang muncul secara tiba-tiba.

Mudah terkejut memang tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan. Namun, penting untuk diperhatikan kapan hal tersebut terjadi dan apakah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika kamu sering merasa gelisah atau sulit untuk rileks, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya. Demikianlah, semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.