Mulai dari Diri Sendiri, Ini Langkah Sederhana Untuk Cintai Bumi

SETYADI!! | Beautynesia
Jumat, 04 Oct 2019 07:30 WIB
https://images.unsplash.com/photo-1470227244774-0481686cbb37?ixlib=rb-1.2.1&ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&auto=format&fit=crop&w=1050&q=80
Beleid pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menekan pencemaran udara terus dilakukan. Tapi, polusi udara masih fluktuatif. Sebetulnya, untuk menekan polusi udara bisa dimulai dari diri sendiri.

Beberapa bulan terakhir, DKI Jakarta sempat menjadi sorotan publik lantaran label sebagai kualitas udara terburuk di dunia yang dideklar oleh situs AirVisual. Beleid pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menekan pencemaran udara terus dilakukan. Tapi, polusi udara masih fluktuatif.

Berdasarkan pantauan data yang diberikan AirVisual, kualitas udara di Jakarta pada Jumat (4/10) dini hari, tercatat pada angka 163. Di angka ini termasuk kategori unhealthy atau tidak sehat dengan parameter PM2.5 konsentrasi 79,2 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI).

Akan tetapi, tidak semestinya selalu menyudutkan pemerintah. Alangkah baiknya, demi memperbaiki kualitas udara bisa dimulai dari diri sendiri. Berikut ini adalah langkah-langkah kecil yang bisa membuat perubahan besar.
 


1. Gunakan Transportasi Publik


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, banyaknya kendaraan bermotor yang mengeluarkan emisi yang tak ramah lingkungan jadi salah satu penyebab utama tingkat kualitas udara ibu kota buruk.

Sejurus kemudian, BPBD DKI Jakarta menyarankan bagi setiap individu dapat berkontribusi mengurangi tingkat polusi udara di Jakarta dengan bepergian dengan memakai transportasi publik.
 


Foto: Istimewa

Senada, Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) merilis analisa source apportionment yang menunjukkan bahwa particulate matter (PM) 10 di DKI Jakarta paling banyak dari kendaraan bermotor, yaitu sebanyak 47 persen.

Kalau menurut catatan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, jumlah kendaraan bermotor yang mencapai 17 juta unit menyumbang buruknya kualitas udara di Ibu Kota. Angka ini dapat ditekan apabila lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum.
 


2. Menangkis dengan Tanaman


Deretan tanaman seperti lidah mertua, tanaman-tanaman toga, alpukat, belimbing, hingga pucuk merah tidak hanya dapat mempercantik lingkungan, tetapi juga berperan dalam menangkal polutan.

Selain menyarankan menggunakan transportasi publik, BPBD DKI Jakarta juga menyarankan untuk memperbanyak tanaman penangkal polutan dihadirkan di lingkungan kediaman kita.
 


Foto: Istimewa

Pemprov DKI Jakarta baru-baru ini juga membagi-bagikan tanaman lidah mertua dan tanaman lain yang bisa dimanfaatkan untuk menyerap karbondioksida (CO2). Pihak Pemprov DKI mengharapkan tanaman itu dilakukan secara massal.

 


3. Dilarang Bakar Sampah


Flashback dari unggahan BPBD DKI Jakarta  di Instagram resminya pada Selasa (30/7/2019) menyebutkan, gas klorin yang dihasilkan pembakaran sampah dapat merusak atmosfer bumi.  Pembakaran sampah membuat debu, asap hitam, dan melepaskan karbondioksida (CO2) ke udara.
 


Foto: Istimewa

Gas klorin yang dihasilkan dari pembakaran sampah dapat merusak atmosfer bumi. Pembakaran sampah di lingkungan rumah sendiri atau sekitar tempat pembuangan sampah yang ada di sekitar tempat tinggal telah dilarang melalui Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta No.2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
 


4. Urban Farming


Foto: Istimewa

Dalam rangka penghijauan dan penataan kota, masyarakat bisa membuat kebun kecil-kecilan untuk ditanami sayur-sayuran atau buah-buahan. Saat masa panen bisa bermanfaat menjadi persediaan bahan pangan.
 


5. Hemat Energi


Foto: Istimewa

Padamkan lampu dan peralatan elektronik saat kamu tidak berada di dalam ruangan. Kamu juga bisa mencabut steker untuk lebih menghemat energi. Menghubungkan peralatan elektronik dalam satu soket listrik juga merupakan strategi yang bagus karena dapat dengan mudah memadamkan soket listrik guna memadamkan seluruh peralatan elektronik dalam satu waktu.
 


6. Gunakan Masker


Foto: Istimewa

Dengan predikat sebagai kota dengan polusi terburuk di dunia, tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan masker. Utamanya diperkotaan, udara kotor tentu saja bisa membahayakan tubuh. Karena itu, ketika berada di luar ruangan disarankan untuk menggunakan masker agar udara yang dihirup bisa disaring.
 
Nah, mari lakukan semua hal dari diri sendiri untuk memerangi polusi udara yang kian barbar.
 


(arm2/arm2)
Loading ...