1. Meminimalisir Sampah dan Mendaur Ulangnya
Cara pertama dan sederhana untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan adalah membiasakan diri untuk meminimalisir sampah dan mendaur ulang. Karena masalah sampah memang seperti tak ada habisnya. Hal ini tentunya diakibatkan oleh sikap konsumtif masyarakat yang semakin meningkat, namun tidak dibarengi dengan pengelolaan sampah yang baik. Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan daur ulang sampah-sampah yang ada di rumahmu, baik organik maupun anorganik. Dengan begitu kamu dapat mengurangi jumlah limbah sampah.
2. Buat Pupuk Sendiri
Mungkin bagimu hal ini terkesan jorok, tapi membuat pupuk kompos sendiri di halaman rumah dengan menggunakan sampah-sampah dapur sebenarnya sangat bagus untuk dilakukan. Cara ini pun juga merupakan salah satu langkah untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan. Jika kamu benar-benar merealisasikannya dengan membuat sebuah pojok pembuatan pupuk kompos di rumah, maka tanah di halaman tersebut juga bisa ikutan subur.
3. Buat Taman/Kebun di Rumah
Kamu juga bisa mencoba cara dengan mendesain taman atau kebun di rumahmu.Tanamlah beberapa bibit bunga atau tumbuhan di waktu yang tepat, lalu kamu pun bisa menuai serta menikmati hasilnya di kemudian hari. Dengan kamu melakukan hal ini, berarti kamu juga ikut memberikan sumbangsih untuk bumi.
4. Gunakan Penerangan Secukupnya
Memberikan penerangan memang penting dilakukan dirumah agar tidak terkesan angker dan untuk membantu melancarkan aktivitas sehari-hari. Namun yang disayangkan, banyak dari kita yang terkadang lupa untuk mematikan lampu bila sudah tidak digunakan lagi. Oleh karena itu, mulailah untuk membiasakan diri dan anggota keluargamu untuk disiplin dalam menggunakan lampu.
5. Memperbaiki Barang yang Rusak
Jika di rumahmu terdapat meja yang rusak, sofa yang robek, atau rak buku yang patah, jika memang masih bisa diperbaiki sebaiknya tidak langsung kamu buang. Dengan kamu memperbaiki barang-barang rusak yang ada di rumahmu, itu bisa membuatmu mengurangi jumlah sampah. Meskipun terkesan pelit, tapi itu merupakan salah satu langkah besar dalam memulai gaya hidup ramah lingkungan.
6. Sedotan dari Daun Kelapa Kering
Sedotan plastik diketahui mengandung bahan kimia berbahaya yang disebut polypropylene. Zat ini dapat meresap ke dalam air dan mengubah tingkat estrogen pada manusia. Dan ternyata, sedotan plastik sebenarnya dapat diganti dengan sedotan daun kelapa kering. Daun kelapa ini memiliki lilin alami yang tidak berbahaya bagi manusia. Sedotan daun kelapa ini dibuat dengan mengukus daun dibawah tekanan, sehingga lilin itu muncul ke permukaan dan hasilnya adalah sedotan hidrofobik. Sedotan ini pun dapat dicuci dan digunakan kembali.
7. Sikat Gigi Bambu
Kamu juga dapat mengganti sikat gigi plastik dengan sikat gigi bambu. Bulu sikat gigi bambu yang lembut terbuat dari dasar 62 persen minyak biji jarak dan pegangannya terbuat dari 100 persen bambu yang dipanen secara liar. Pembungkus di sekitar sikat gigi juga berbasis tanaman. Dan lama pemakaiannya sama seperti sikat gigi plastik.
8. Botol Air Stainless Steel/Botol Kaca
Botol air plastik yang dapat didaur ulang sebenarnya mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat meresap ke dalam air minum, serta bisa menyebabkan kanker. Hal ini dapat kamu gantikan dengan botol air kaca yang tidak menyebabkan kerusakan pada tubuh serta lingkungan juga.
9. Sendok Makan Kayu
Mulailah untuk mengganti sendok plastik di dapur dengan sendok kayu. Karena saat kamu mengonsumsi makanan dengan sendok plastik, makanan dapat terkontaminasi dengan bahan kimia beracun dari plastik. Sendok kayu merupakan alternatif ramah lingkungan yang sangat baik.
10. Pembalut dari Katun
Selain lebih aman dan ramah lingkungan, kamu juga dapat mengganti pembalutmu dengan bahan dari katun. Pembalut ini terbuat dari bahan lembut dan bisa bernafas, sehingga memungkinkan aliran udara di area intim. Resiko iritasi, berkeringat dan lecet juga lebih sedikit dibandingkan pembalut yang sekali pakai. Bantalan kainnya pun dapat digunakan kembali, sehingga menjadi lebih irit.