Nggak Cuma Fisik, 5 Hal Ini Juga Termasuk Bentuk KDRT! Lakukan Ini Jika Kamu Mengalaminya

Ika Nur Amalia | Beautynesia
Minggu, 29 Jan 2023 10:00 WIB
Ilustrasi KDRT /Foto: Timue Weber/Pexels

Pengakuan cinta dan komitmen yang selanjutnya dikukuhkan dalam pernikahan, nggak berarti memastikan sebuah hubungan selalu terasa mulus. Pada beberapa kasus, ada saja orang yang terjebak dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

KDRT dapat terjadi sebagai bagian dari pola kekuasaan dan kontrol sistematis yang dilakukan seseorang terhadap orang lain sebagai pasangan intim. Frekuensi dan tingkah keparahan KDRT pun bisa bervariasi, Beauties.

Ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia, status ekonomi, orientasi seksual, jenis kelamin, ras, agama, ataupun kebangsaan. KDRT bisa mengakibatkan cedera fisik, trauma psikologis, bahkan kematian.

Bentuk-Bentuk KDRT yang Bisa Terjadi


Kekerasan fisik /Foto: Kamran Aydinov/Freepik

Seperti dilansir pada laman Woodbridge Township DVRT, ada beberapa bentuk KDRT yang bisa dialami.

1) Kekerasan Fisik

Bentuk ini melibatkan penggunaan kekuatan fisik ke orang lain. Bisa dengan cara memukul, menendang, mendorong, menampar, mencekik, memukul dengan benda tumpul, menembak, menusuk dan lainnya. Termasuk juga menahan akses ke sumber daya bagi kesehatan seperti obat-obatan, perawatan medis, kursi roda, atau lainnya.

2) Kekerasan Psikis

Kekerasan psikologis biasanya dilakukan dengan menanamkan rasa takut pada pasangan. Biasanya dengan memberi ancaman, hinaan, cemoohan, intimidasi, termasuk mengisolasi pasangan dari lingkungannya. Demikian yang dilansir pada laman The Advocates for Human Right.

3) Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual dilakukan dengan memaksa kontak seksual dalam bentuk apapun tanpa persetujuan. Misalnya bisa berupa seks paksa, pemerkosaan dan prostitusi, atau candaan bernada porno. Nggak hanya itu saja, kekerasan seksual juga dapat berupa penghinaan secara seksual, tuduhan perselingkuhan, juga menahan seks.

4) Pelecehan Emosional


Ilustrasi bertengkar /Foto: Mart Production/Pexels

Bentuk ini bisa berupa mencoba merusak harga diri seseorang. Contohnya kritik terus menerus, memanggil dengan nama yang memalukan atau mengejek, termasuk memperlakukan seperti pelayan. Seseorang yang melakukan kekerasan atau pelecehan emosional berperilaku manipulatif dan membuat korban justru merasa bersalah.

5) Penelantaran

KDRT juga bisa berupa penelantaran seperti tidak menafkahi dan membuat korban bergantung pada pelaku secara finansial. Yang lebih parahnya lagi penyalahgunaan ekonomi ini bisa juga dilakukan dengan mengambil harta korban.

Yang Perlu Dilakukan saat Mengalami atau Mengetahui Ada KDRT di Sekitarmu

Nggak semua korban KDRT memiliki keberanian untuk menceritakan atau bahkan melaporkan apa yang dialaminya. Penyebabnya beragam mulai dari kurangnya informasi atau bahkan merasa itu aib yang harus ditutupi.

Bagaimanapun kamu perlu memutus lingkaran setan tersebut terus berlanjut. Jika kamu mengalami KDRT atau mengetahui kasus KDRT kamu bisa melakukan beberapa opsi ini Beauties!

  • Lapor ke SAPA129, merupakan layanan yang dikutip dari Kemenpppa.go.id, dapat menjadi solusi untuk memberikan pendampingan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.
  • Hotline Whatsapp 08111-129-129
  • Telepon 021-129
  • Download aplikasi SP4N Lapor
  • Kirim Surat ke KemenPPPA
  • Datang Langsung ke KemenPPPA

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Loading ...
Tonton video di bawah ini ya, Beauties!
5 K-Pop Idol Ini Pernah Alami Mental Health