Niat! Tak Lagi Pakai Play Store, Rusia Bikin Toko Aplikasi Sendiri untuk Warganya
Akibat invasi Rusia ke Ukraina, Google menangguhkan penggunaan Google Play Store di Rusia. Kendati demikian, Rusia tak kehabisan akal. Mereka membuat toko aplikasi sendiri untuk pengguna Android sebagai pengganti Google Play Store.
Diberi nama NashStore, ide ini digagas oleh organisasi Rusia yang berfokus pada pengembangan digital, Digital Platforms. Dibuatnya NashStore bermula ketika penangguhan Google pada Google Play Store di Rusia sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.
Ilustrasi ponsel. (foto: pexels.com) |
"Sayangnya, orang Rusia biasanya tidak dapat lagi menggunakan Google Play untuk membeli aplikasi dan pengembang telah kehilangan sumber pendapatan mereka," kata Vladimir Zykov dalam sebuah pernyataan.
"Inilah sebabnya kami membuat toko aplikasi Rusia, NashStore," imbuhnya, seperti dikutip Reuters.
Arti NashStore
Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa nama NashStore yang dipilih oleh Digital Platforms. Dalam bahasa setempat, NashStore berarti "toko kami". Dengan kata lain, pengguna Android di Rusia bisa berbelanja aplikasi di sana.
Ilustrasi ponsel. (Foto: pexels.com/Miriam Alonso) |
Lebih lanjut, serupa dengan Google Play Store, Zykov mengklaim bahwa Nashtore menyediakan aplikasi gratis dan berbayar. Aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya dipastikan telah terintegrasi dengan bank Rusia.
Lalu, aplikasi apa saja yang sudah bekerja sama dengan NashStore? SIMAK KELANJUTANNYA DI SINI.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi |
Ilustrasi ponsel. (foto: pexels.com)
Ilustrasi ponsel. (Foto: pexels.com/Miriam Alonso)