Sekelompok perempuan Afghanistan melakukan unjuk rasa terhadap pemerintahan Taliban, Sabtu (24/12). Bukan tanpa sebab, Taliban baru-baru ini mengeluarkan larangan bagi perempuan untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah.
Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan sekitar dua lusin perempuan Afghanistan berjilbab berbaris melalui jalan-jalan di Kabul. Mereka terlihat mengangkat spanduk dan meneriakkan slogan-slogan.
Kelompok itu awalnya berencana untuk berkumpul di depan Universitas Kabul, lembaga pendidikan terbesar dan paling bergengsi di negara itu. Namun, lokasinya berubah setelah pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar personel keamanan di sana.
Para pejabat Taliban dilaporkan menggunakan meriam air untuk membubarkan para pengunjuk rasa perempuan. Terlihat para pendemo tersebut berlarian dari serangan meriam air dan menyerukan kata 'pengecut' pada pejabat.
Penguasa Taliban Afghanistan telah memerintahkan larangan tanpa batas waktu bagi perempuan untuk berkuliah di universitas. Hal tersebut disampaikan kementerian pendidikan tinggi dalam surat yang dikeluarkan untuk semua universitas negeri dan swasta.
"Anda semua diberitahu untuk melaksanakan perintah penangguhan pendidikan perempuan tersebut sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata surat yang ditandatangani oleh menteri pendidikan tinggi, Neda Mohammad Nadeem, dilansir dari The Guardian.
Tidak hanya menembakkan meriam air, Taliban juga telah menangkap lima perempuan yang mengambil bagian dalam protes di ibu kota Afghanistan, Kabul, terkait larangan perempuan berkuliah. Taliban dilaporkan juga telah menangkap tiga wartawan dalam protes tersebut, dilansir dari BBC.
Beberapa perempuan yang terlibat dalam protes tersebut mengatakan bahwa mereka dipukuli atau ditangkap oleh petugas perempuan Taliban.
Salah satu pengunjuk rasa mengatakan kepada BBC bahwa dia "dipukuli dengan kejam", tetapi berhasil menghindari penahanan.
"Ada terlalu banyak anggota perempuan Taliban di antara kami," kata perempuan itu tanpa menyebut nama.
"Mereka memukuli beberapa remaja perempuan dan menangkap beberapa lainnya. Mereka hendak membawa saya juga, tapi saya berhasil melarikan diri. Tapi saya dipukuli dengan kejam," tuturnya.