Persidangan terkait kasus pembunuhan Brigadir J masih berlanjut. Satu per satu kejanggalan kian terpecahkan dan bergantian menjadi titik terang. Selain orang-orang yang terlibat langsung dalam proses eksekusi penembakan terhadap Brigadir J, para ahli saksi mulai dari sopir mobil jenazah yang mengangkut jasad Brigadir J hingga pegawai bank turut serta memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Yang unik dari kasus yang tengah disidangkan ini adalah bagaimana keteguhan Bharada E untuk memberikan kesaksian yang dinilai jujur bahkan sejak melakukan reka ulang kejadian, di mana dia tidak mau melakukan reka ulang kejadian versi Sambo sehingga perannya digantikan oleh orang lain.
Selain karena ketampanannya--yang membuat banyak orang terpesona, terekspos sejak awal kasus ini merebak, dia juga dinilai memperlihatkan sikap-sikap ksatria hingga bisa dikatakan memikat hati banyak orang. Apa saja itu?
Berikut pantauan Beautynesia dan rangkumannya dari berbagai sumber:
1. Profesional dalam Bekerja
Bharada E meminta maaf kepada keluarga Brigadir J/Foto: detik.com/A. Prasetia |
Seperti yang masyarakat awam pun tahu, dalam instansi militer terdapat 'hierarki' di mana seseorang yang jabatannya masih terbilang rendah dalam struktur jabatan, wajib menuruti perintah atasannya tanpa penolakan.
Dalam kasus ini, jelas pria bernama lengkap Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang memang masih termasuk "anak baru" di kepolisian tidak punya kekuatan lebih untuk menolak perintah atasannya. Apalagi yang memberikan mandat padanya adalah Ferdy Sambo, yang berpangkat Inspektur Jenderal Polisi.
2. Berani Menanggung Risiko
Tidak semua orang bisa memilih keputusan yang paling bijak, baik, dan benar di saat-saat genting atau saat berada di bawah tekanan. Sehingga, tak sedikit pun mengakui, bahwa menjadi naif bila menyalahkan seorang bhayangkara muda begitu saja yang tidak berani menolak mentah-mentah perintah Sambo untuk menembak seniornya sendiri.
Kemudian, rasa kemanusiaan yang masih dimiliki Bharada E membuatnya berani menanggung risiko atas keterlibatannya dalam penghilangan nyawa Brigadir J. Hal itu dibuktikan saat dia memberikan pernyataan di awal-awal persidangan bahwa dirinya akan membela Brigadir J, yang artinya dia berani keluar dari circle Sambo dan siap berseberangan dengan atasannya itu, tak peduli apa risiko apa yang akan dia hadapi setelahnya.
3. Berlutut pada Orangtua Brigadir J
Bharada E meminta maaf kepada keluarga Brigadir J/Foto: detik.com/Dwi |
Momen berlututnya Bharada E di hadapan kedua orangtua Brigadir J sempat viral di media sosial. Salah satu footage-nya diabadikan dalam channel Youtube CNN Indonesia. Dari siaran tersebut, Bharada E meminta maaf dan setelahnya dia berjanji akan memberikan kesaksian sejujur-jujurnya dan berada di sisi keluarga Brigadir J untuk memperjuangkan keadilan hukum bagi mendiang Brigadir J.