Profesor Emil Salim Tolak Penghargaan Climate Hero Award, Alasannya Bikin Netizen Respect!

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 04 Jul 2023 06:15 WIB
Profesor Emil Salim Tolak Penghargaan Climate Hero Award, Alasannya Bikin Netizen Respect!/Foto: Dok. Kementan

Ketika diberi penghargaan, seseorang umumnya akan menerima hal tersebut dengan bangga dan bahagia. Namun lain cerita dengan Profesor Emil Salim. Baru-baru ini, ia menolak pemberian penghargaan Climate Hero Award dari Foreign Policy Community Indonesia (FPCI). Ada apa?

Bukan tanpa alasan, Emil Salim menolak penghargaan tersebut lantaran merasa dirinya gagal menjalankan konvensi Rio 1992. Pada 3-14 Juni 1992, Emil Salim ditugaskan oleh Presiden Soeharto sebagai bagian dari delegasi Indonesia untuk menandatangani dua konvensi Rio 1992 dalam KTT Bumi yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Rio de Janeiro, Brazil.

Laporan pelaksanaan konvensi Rio 1992 diumumkan pada 2022. Menurut Emil, hasil dari laporan yang ia bacakan itu tidak menunjukkan hasil yang baik. Indonesia belum mampu melaksanakan isi dari konvensi tersebut.

Emil Salim/ Foto: Ari Saputra/detikcom

"Ketika saya baca laporan tersebut, ternyata semua pemerintahan di dunia gagal melaksanakan konvensi tersebut, termasuk Indonesia. Dikatakan bahwa pelaksanaan Indonesia untuk dua konvensi itu adalah poor, rendah, buruk," tutur Emil dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/6).

Berdasarkan laporan tersebut, artinya tujuan konvensi untuk menyelamatkan alam, hutan, dan Indonesia gagal sehingga peringkat Indonesia sebagai negara dengan hutan terbesar kedua di dunia turun menjadi terbesar ketiga.

"Akibatnya adalah muka laut naik, tanah turun, land subsidence, perubahan cuaca, hujan berkurang, dan sebagainya. Dampaknya adalah kepada kehidupan manusia yang perlu mengatasi ancaman krisis air minum, pangan dan lain-lain," tuturnya.

Dari hasil tersebut, mantan menteri lingkungan hidup itu merasa bahwa dirinya sebagai pihak yang menandatangani konvensi Rio 1992 merasa gagal dalam menjalankan konvensi.

Emil Salim/ Foto: Radian Nyi Sukmasari/detikcom

"Sulit saya menerima penghargaan lingkungan yang tidak pantas saya terima akibat kegagalan untuk memungkinkan kita mencapai cita-cita konvensi itu," ujarnya.

Selain menolak penghargaan Climate Hero Award, Emil Salim juga meminta maaf kepada orang-orang yang telah membantu dia selama ini karena tidak berhasil mencapai cita-cita di dalam konvensi perubahan iklim dan The Convention on Biological Diversity.

"Ini bukan persoalan menerima atau menolak, ini persoalan hati nurani, mohon maaf kalau saya (menolak), terima kasih supaya Tuhan melindungi Tanah Air kita," ungkapnya.

Sebagai informasi, Climate Hero Award dianugerahkan pada tokoh-tokoh dan kelompok masyarakat yang berjasa dalam memperjuangkan ambisi, komitmen, dan aksi iklim Indonesia.

(naq/naq)