Banyak brand yang berafiliasi dengan Israel dan menyebabkan gerakan boikot produk-produk yang bekerja sama atau terhubung dengan Israel. Produk-produk buatan luar negeri pun menjadi sorotan masyarakat Indonesia untuk berhenti menggunakannya.
Salah satu brand fashion luar negeri, Uniqlo, memiliki toko yang tersebar di pusat perbelanjaan dan menjadi produk populer di tanah air pun menjadi sorotan terhadap aksi boikot produk-produk Israel.
Beberapa waktu lalu, viral di media sosial dalam akun Instagram @liberation.48 bahwa Uniqlo memiliki kebijakan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Diketahui bahwa UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) dan Uniqlo telah menandatangani perjanjian tahun 2016 untuk membantu meningkatkan kualitas hidup lebih dari 450.000 pengungsi Palestina di Lebanon dengan menyediakan 42.000 pakaian musim dingin untuk anak-anak dan keluarga yang rentan.
Tadashi Yanai, CEO Fast Retailing yang di dalamnya termasuk Uniqlo, memberikan pernyataan bahwa perusahaannya akan terus memberikan bantuan kepada para pengungsi dengan memberikan pakaian yang diberikan, sehingga para pengungsi bisa nyaman dan hidup layak. Selain bantuan untuk pengungsi Palestina, kerja sama Fast Retailing dengan UNHCR untuk membantu negara-negara lain lewat program mereka juga masih berlanjut.
Hal tersebut tentu menarik warganet untuk mengetahui siapa sosok pemilik Uniqlo yang memberikan bantuan untuk Palestina. Yuk simak selengkapnya!