Punya Bisnis Sendiri? Hati-Hati agar Tidak Terjebak 4 Kesalahan Finansial Ini!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Senin, 31 Jul 2023 17:00 WIB
Punya Bisnis Sendiri? Hati-Hati agar Tidak Terjebak 4 Kesalahan Finansial Ini!/Foto:Freepik.com/Odua

Dunia kewirausahaan selalu menawarkan prospek yang menggiurkan bagi kebanyakan orang. Siapa, sih, yang tidak mau punya kebebasan untuk mengerjakan sesuatu yang disukai, mengatur jadwal kerja sendiri, dan bahkan menentukan besaran penghasilan sendiri?

Meskipun begitu, semua kenyamanan dan kebebasan yang didapatkan dari profesi sebagai pengusaha memiliki risiko tertentu, salah satunya merugi. Apalagi jika kamu melakukan kesalahan finansial yang sering dilakukan para pengusaha seperti yang dilansir dari Entrepreneur ini!

Sulit Membedakan Pendapatan dengan Keuntungan

Ilustrasi/Foto : Freepik/tirachardz

Omset yang tinggi saat memiliki bisnis sendiri bisa menjadi bumerang yang menjatuhkanmu sendiri jika kamu tidak mau belajar membedakan antara pendapatan dengan keuntungan. Padahal, dua aspek penting ini harus diperhatikan demi menilai kesehatan bisnismu secara akurat.

Untuk melakukan hal ini, kamu harus mengurangi total pengeluaran perusahaan dari jumlah pendapatan selama periode tertentu (entah itu setiap sebulan sekali, kuartal, atau bahkan setahun sekali). Hasil yang kamu peroleh tersebut adalah keuntungan bersih yang juga masih harus kamu perhitungkan pula jumlah pajak penghasilan yang harus dibayarkan setiap 3 bulan sekali.

Memprioritaskan Keuntungan Jangka Pendek Dibandingkan Kesuksesan Jangka Panjang

Ilustrasi/Foto: Freepik.com/Our-team

Berhati-hati dalam menghabiskan sumber daya modal memang hal yang wajar dilakukan jika kamu berprofesi sebagai pengusaha. Namun, penting untuk melakukan investasi demi menyeimbangkan keuntungan jangka pendek, kesuksesan jangka panjang, dan pertumbuhan penghasilan yang terukur serta berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal ini, kamu perlu mempelajari konsep keuntungan dan cara memprioritaskan keuntungan di atas pengeluaran. Kamu harus memahami pentingnya investasi strategis, penganggaran, perkembangan omset yang terukur untuk stabilitas finansial jangka panjang.

(naq/naq)