Kabar mengejutkan datang dari Kerajaan Denmark. Dalam pidato Tahun Barunya pada 31 Desember 2023 lalu, Ratu Margrethe II mengumumkan pengunduran dirinya dari tahta Kerajaan Denmark setelah 52 tahun berkuasa.
Pengumuman ini tentunya membuat berbagai pihak terkejut karena sebelumnya ratu Denmark ini memberikan isyarat akan mengikuti jejak mendiang Ratu Elizabeth II, yaitu mengabdikan hidupnya untuk negara.
Pengumuman turun tahta Ratu Margrethe II ini pun menimbulkan berbagai spekulasi. Langkah tak terduganya ini dinilai berkaitan dengan kondisi pernikahan sang putra mahkota, Pangeran Frederik dan Putri Mary.
Seperti yang diketahui, pada November 2023 lalu, Pangeran Frederik diisukan memiliki hubungan gelap dengan sosialita kelahiran Meksiko Genoveva Casanova. Keduanya terekam bersama saat sang pangeran melakukan perjalanan ke Madrid, Spanyol.
Kerajaan Denmark/Foto: theaustralian.com.au |
Isu tersebut langsung dibantah oleh Casanova, sementara Pangeran Frederik terlihat tampil bersama Putri Mary di hadapan publik saat menyambut kunjungan Raja Felipe VI dan Ratu Letizia dari Spanyol.
Dalam pidatonya, Ratu Margrethe II seperti menegaskan bahwa kesehatan adalah alasan yang mendasari keputusannya untuk turun tahta. Ratu yang berusia 83 tahun ini menyatakan operasi punggung yang dijalaninya pada awal tahun 2023 lalu telah menimbulkan pemikirannya akan masa depan dan kapan akan menyerahkan tanggung jawab mahkota pada putranya.
Terkait acara penobatan Pangeran Frederik mungkin tidak akan semegah penobatan Raja Charles III dari Kerajaan Inggris. Bahkan, melansir dari Detik, kemungkinan tidak akan ada upacara penobatan resmi untuk Pangeran Frederik yang saat ini berusia 55 tahun. Penobatannya akan diumumkan dari Kastil Amalienborg di Kopenhagen.
Setelah penobatan, Pangeran Frederik akan bergelar Yang Mulia Raja Frederik X, sedangkan Putri Mary akan bergelar Yang Mulia Ratu Mary. Gelar Putra Mahkota Kerajaan Denmark akan diturunkan pada putra sulung Pangeran Frederik dan Putri Mary, yakni Pangeran Christian.