Refleks Minta Maaf saat Ngobrol Bisa Jadi Tanda Respons Trauma Masa Lalu, Kok Bisa?

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Rabu, 14 Oct 2026 19:00 WIB
Bagaimana Membantu Diri Sendiri Saat Respons Itu Muncul?
Memberi jeda dan menanyakan apakah benar melakukan kesalahan dapat membantu membedakan situasi saat ini dari respons otomatis akibat pengalaman masa lalu/ Foto: Magnific.com/Magnific

Apakah Beauties pernah tiba-tiba bilang “maaf” saat mengobrol, padahal sebenarnya tidak melakukan kesalahan? Misalnya ketika seseorang bertanya dengan nada biasa, kamu justru langsung merasa perlu menjelaskan diri atau memastikan orang tersebut tidak marah.

Kebiasaan seperti ini memang tidak selalu berkaitan dengan trauma, tetapi pada sebagian orang, respons tersebut bisa menjadi pola perlindungan diri yang terbentuk dari pengalaman masa lalu yang membuat mereka terbiasa merasa harus berhati-hati saat berinteraksi. Mari kita bahas lebih lanjut!

Pertanyaan Sederhana Bisa Memicu Respons Lama

Pertanyaan biasa dapat memicu respons seperti meminta maaf atau membela diri jika otak mengaitkannya dengan pengalaman masa lalu yang pernah terasa mengancam/ Foto: Magnific.com/Karlyukav
Pertanyaan biasa dapat memicu respons seperti meminta maaf atau membela diri jika otak mengaitkannya dengan pengalaman masa lalu yang pernah terasa mengancam/ Foto: Magnific.com/Karlyukav

Bagi sebagian orang, pertanyaan sederhana seperti “Kamu sudah selesai?” bisa terasa mengancam jika dulu mereka sering dimarahi atau disalahkan ketika melakukan kesalahan. Tanpa disadari, pengalaman tersebut dapat membuat otak menghubungkan situasi saat ini dengan pengalaman yang pernah terasa tidak aman. Akibatnya, seseorang mungkin langsung meminta maaf atau membela diri, meskipun sebenarnya tidak ada yang sedang menyalahkannya.

Minta Maaf Bisa Menjadi Cara Mencari Rasa Aman

Mengatakan “maaf” secara refleks bisa menjadi cara untuk meredakan ketegangan dan memastikan orang lain tidak marah, meski sebenarnya tidak melakukan kesalahan/ Foto: Magnific.com/Drobotdean

Refleks mengatakan “maaf” tidak selalu berarti seseorang merasa dirinya bersalah. Terkadang, permintaan maaf menjadi cara untuk meredakan ketegangan dan memastikan orang lain tidak marah. Karena itu, seseorang mungkin berkata “maaf” bahkan ketika tidak melakukan kesalahan, terlalu cepat menjelaskan dirinya, atau berusaha menyenangkan lawan bicara agar situasi tetap terasa aman.

Tubuh Bereaksi Sebelum Sempat Berpikir

Respons terhadap situasi yang mengingatkan pada pengalaman traumatis dapat muncul secara otomatis sebelum seseorang sempat memproses keadaan secara rasional/ Foto: Magnific.com/Jcomp

Mengutip dari Psychology Today, respons yang muncul akibat pengalaman traumatis dapat berlangsung secara otomatis dan sangat cepat. Ketika situasi sekarang memiliki kemiripan dengan pengalaman yang dulu dianggap mengancam, tubuh dan pikiran dapat menjalankan “skrip lama” sebelum seseorang sempat memikirkan situasinya secara rasional. Itulah sebabnya seseorang baru menyadari setelah percakapan selesai bahwa dirinya terlalu banyak meminta maaf, membela diri, atau merasa bersalah tanpa alasan yang jelas.

Bagaimana Membantu Diri Sendiri Saat Respons Itu Muncul?

Memberi jeda dan menanyakan apakah benar melakukan kesalahan dapat membantu membedakan situasi saat ini dari respons otomatis akibat pengalaman masa lalu/ Foto: Magnific.com/Magnific

Saat menyadari adanya dorongan untuk langsung mengatakan “maaf”, cobalah memberi jeda dan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah aku memang melakukan kesalahan, atau aku sedang takut orang lain akan marah?”

Jeda ini dapat membantu membedakan situasi yang sedang terjadi dengan respons otomatis dari pengalaman masa lalu. Jika pola tersebut terasa sangat mengganggu, berbicara dengan tenaga profesional dapat membantu memahami dan mengelolanya dengan lebih aman.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.