Paylater adalah layanan pinjaman online tanpa kartu dan memudahkan konsumen untuk bertransaksi sekarang, lalu bayar di kemudian hari.
Paylater juga diketahui menyediakan fasilitas cicilan atau langsung bayar lunas. Kemudahan ini membuat beberapa e-commerce akhirnya menghadirkan paylater sebagai opsi transaksi untuk konsumen.
Menurut Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto, dari segi kemudahan, paylater lebih unggul dibandingkan kartu kredit perbankan.
"Kita nggak bicara untung-rugi tapi bicara kelebihan dan kekurangan. Kelebihan paylater adalah tidak ada syarat yang terlalu rumit dibandingkan perbankan," kata Eko dikutip dari detikcom.
Meski menggiurkan, ada baiknya kamu mengetahui risiko dan bahayanya. Apa saja? Berikut jawabannya:
1. Menyebabkan Perilaku Impulsif
Bahaya dan risiko menggunakan paylater/ Foto: Freepik.com |
Kemudahan dari paylater tanpa disadari membuat seseorang berperilaku impulsif. Yup, impulsif adalah sikap seseorang yang melakukan suatu tindakan tanpa memikirkan akibat dari apa yang dilakukannya.
Dalam pembelian yang transaksinya menggunakan paylater, biasanya seseorang lebih sering membeli barang-barang yang ternyata tidak diperlukan. Inilah bahaya paylater yang jarang disadari oleh kebanyakan orang.
2. Menanggung Biaya Tagihan yang Tidak Disadari
Bahaya dan risiko menggunakan paylater/ Foto: Freepik.com |
Disamping kemudahan yang ditawarkan paylater, nyatanya fitur transaksi ini memiliki berbagai macam biaya yang dapat berbeda dari tiap aplikasi, Beauties.
Sayangnya, kebanyakan orang khususnya milenial yang menyukai kecepatan dan kemudahan paylater, kurang memahami berbagai biaya tagihan, seperti biaya cicilan, biaya subscription, dan biaya lainnya. Sehingga sering memberatkan saat tagihan datang.