Berbeda dengan Versi 1981
Sebelumnya, kisah Gundala sudah pernah diangkat ke layar lebar pada 1981. Namun berbeda dengan versi terdahulunya, Film Gundala teranyar garapan Joko Anwar ini dibuat dengan menggabungkan cerita original dari komik dengan unsur-unsur adaptasi yang ditulis langsung oleh sang sutradara agar cerita yang disajikan lebih relevan dan kental dengan budaya Indonesia.
"Kita tetap setia pada komik secara karakter, tapi kita juga adjust (jalan ceritanya) dengan kondisi saat ini," ungkap Wicky V Olindo selaku producer Film Gundala, dikutip dari CNBC Indonesia.
Digarap Tanpa Greensreen
Berbeda dengan film-film superhero versi Hollywood, Film Gundala tidak melibatkan teknologi greenscreen selama proses pengerjaannya. Setiap adegan benar-benar diambil di lokasi yang nyata.
“Proses pasca-produksi hampir satu tahun. Jadi, semua dari ditulis sampai rilis dua tahun. Yang paling susah cari lokasi karena pakai green screen. Kalau kita mau syuting di pasar, cari pasar beneran,” jelas sang sutradara, Joko Anwar.
Hal tersebut membuat film ini memerlukan hingga 70 lokasi yang berbeda selama proses syuting.
Melibatkan Total 1800 Pemain
Tak hanya melibatkan banyak lokasi syuting, film ini juga melibatkan banyak pemain. Tak tanggung-tanggung, jumlah pemain dan figuran yang terlibat dalam film ini kabarnya mencapai hingga 1800 orang.
Hal ini karena film ini memiliki beberapa adegan yang memerlukan kerumunan orang dalam jumlah besar, seperti perostiwa kerusuhan dan perkelahian masal. Namun meski memperlihatkan adegan pertikaian, Film Gundala tidak memunculkan adegan sadis sehingga dapat ditonton oleh semua kalangan, termasuk anak-anak mulai dari usia 13 tahun.
Menghabiskan Dana Hingga Rp30 Miliar
Banyaknya pemain yang terlibat, membuat dana pembuatan Film Gundala menyentuh angka yang fantastis. Selain jumlah pemain, proses penggarapan film yang matang dengan teknologi tinggi serta kostum Gundala yang dibuat khusus dan didatangkan langsung dari Los Angeles membuat film ini menghabiskan biaya hingga Rp30 miliar.
Film Pembuka dalam Jagad Sinema Bumi Langit
Sebagai tokoh komik yang paling populer dalam jagad superhero Indonesia, karakter Gundala dipilih sebagai tokoh Patriot pertama yang kisahnya diangkat dalam naungan Jagad Sinema Bumi Langit. Selanjutnya, Bumi Langit Studios juga akan mengangkat kisah-kisah superhero klasik Indonesia lainnya diantaranya Godam, Sri Asih, Mandala, Selendang Biru dan Si Buta dari Gua Hantu.