Masa kini dalam pertemanan sering dikenal istilah Pertemanan yang Toxic. Sebenarnya apa sih pertemanan toxic itu?
Pertemanan Toxic adalah ketika lingkar pertemanan kamu mulai menekan dan memaksamu menjadi orang berbeda yang tidak kamu inginkan bahkan melakukan hal buruk, dan kamu merasa tidak nyaman mengikutinya. Kamu harus melakukan sesuatu dan menyesuaikan dengan standar mereka, lebih buruk lagi terkadang pertemanan yang toxic saling memanfaatkan satu sama lain.
Ketika kamu sudah tidak dibutuhkan lagi, maka kamu akan ditinggalkan begitu saja.
Biasanya, pertemanan yang toxic muncul dalam sebuah kelompok, circle, atau geng.
Kamu akan merasa tidak aneh, dan alih-alih merasa nyaman berteman dengan mereka, kamu akan merasa tersiksa dan harus terus merasa khawatir dan takut ditinggalkan.
Agar tidak merasakan perasaan seperti itu, kamu harus menghindari pertemanan yang toxic dan mulai pertemanan yang sehat. Lalu bagaimana sih caranya?
1. Bedakan Setia Kawan dan Pertemanan Toxic
Jika mereka mulai menggunakan alasan setia kawan agar kamu mau melakukan hal tertentu, kamu harus lihat tujuannya lebih dulu. Apa hal yang mereka minta kamu lakukan itu hal yang baik dan benar? Apakah hal itu berpengaruh buruk atau baik padamu?
Atas dasar apa mereka memintamu melakukannya? Alasannya apa?
Jika temanmu benar setia kawan, Ia tidak akan memintamu melakukan hal buruk yang berbahaya untukmu. Sebaliknya, dia akan berusaha menjagamu. Jadi, bedakan terlebih dahulu ya, temanmu itu setia kawan atau toxic?
2. Melangkah Berani dan Percaya Diri Ke Depan
Ini yang sering ditakutkan banyak orang ketika menghindari pertemanan yang toxic.
Yaitu berjalan dengan berani dan percaya seorang diri. Jangan takut untuk berjalan dan melangkah sendiri ke depan. Jika pertemananmu toxic, itu hanya akan membuatmu tidak berkembang menjadi lebih baik.
Kamu harus berani berjalan ke depan. Ambil kesempatan yang bisa kamu raih, jangan pedulikan mereka yang menekanmu didalam gelapnya pertemanan yang toxic.
3. Andalkan Diri Sendiri
Setelah kamu berani dan percaya diri melangkah ke depan, saatnya kamu belajar untuk berdiri dan melangkah dengan kedua kakimu sendiri.
Jangan andalkan dan bergantung dengan orang lain. Kamu bisa berjalan dan mengandalkan dirimu sendiri. Latih dirimu untuk mengandalkan dirimu sendiri, sehingga mentalmu lebih kuat.
4. Bangun Relasi yang Luas
Melangkah percaya diri ke depan dan mengandalkan diri sendiri, bukan berarti kamu mengabaikan relasi atau hubungan dengan orang sekitarmu. Kamu tetap harus bersosialisasi dan membangun relasi yang luas dengan lingkunganmu. Coba bergabung dengan komunitas, kepanitiaan, atau organisasi yang positif dan bisa membawa perkembangan yang baik untukmu.
Membangun relasi yang luas akan membantumu terhindar dari pertemanan toxic. Kamu menjadi teman bagi banyak orang, tidak terbatas oleh circle tertentu.
5. Habiskan Waktu untuk Mencintai Dirimu Sendiri
Jangan lupa untuk menghabiskan waktu mencintai dirimu sendiri. Misalnya, memakan makanan yang kamu suka. Berjalan ke tempat yang sudah lama kamu inginkan. Menonton film atau drama, dan lain sebagainya.
Dibanding menghabiskan waktu dalam lingkup pertemanan toxic yang egois dan tidak memerhatikanmu, lebih baik habiskan waktumu sendiri untuk dirimu. Kamu akan terhindar dari stress dan lebih bahagia setiap harinya.