Sering Ngidam Makanan Tertentu? Ini Fakta di Balik Keinginan Makan yang Sulit Ditahan

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 16 Aug 2026 17:30 WIB
Bayi Ngiler Jika Tidak Dituruti?
Ilustrasi bayi menangis/Freepik: pvproductions

Beauties, tiba-tiba ingin makan cokelat, makanan pedas, makanan manis, atau bahkan sesuatu yang tidak biasa? Keinginan makan yang begitu kuat atau food cravings bisa muncul kapan saja, tetapi ternyata penyebabnya tidak sesederhana “tubuh sedang meminta makanan tersebut”.

Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi munculnya rasa ingin makan tertentu. Hal ini juga sering dikaitkan dengan kehamilan dan berbagai mitos yang sudah lama beredar di masyarakat.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di balik keinginan makan yang sulit ditahan? Benarkah ngidam selalu menandakan tubuh kekurangan nutrisi, atau justru ada faktor lain yang berperan?

Perubahan Hormon

Ilustrasi perubahan hormon ibu hamil/Freepik: tirachardz

Ngidam memang lebih sering dilaporkan pada periode tertentu, termasuk menjelang menstruasi dan selama kehamilan. Perubahan hormon dapat memengaruhi sistem yang mengatur nafsu makan sekaligus mengubah cara seseorang merasakan rasa dan aroma makanan. Penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Psychology menyebutkan bahwa perubahan rasa dan penciuman selama kehamilan dapat ikut memengaruhi pilihan makanan.

Namun, bukan berarti setiap ngidam pasti disebabkan oleh hormon. Penelitian mengenai hubungan langsung antara perubahan hormon dan munculnya craving masih menunjukkan hasil yang terbatas, sehingga ngidam kemungkinan merupakan hasil dari beberapa faktor yang saling berkaitan, bukan hanya perubahan hormon.

Kondisi Pika

Ilustrasi gangguan makan/Freepik: senivpetro

Berbeda dengan ngidam makanan biasa, pika membuat seseorang ingin mengonsumsi benda yang sebenarnya tidak memiliki nilai gizi, seperti es, tanah, kapur, kertas, sabun, atau bahkan rambut. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kondisi ini termasuk gangguan makan dan dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, termasuk selama kehamilan.

Penyebab pika belum sepenuhnya diketahui, tetapi kondisi ini dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi, kalsium, atau zinc, serta faktor psikologis dan kondisi tertentu. Jika seseorang terus-menerus memiliki keinginan untuk mengonsumsi benda nonmakanan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter karena kebiasaan tersebut dapat menyebabkan keracunan, infeksi, gangguan pencernaan, atau masalah kesehatan lainnya.

Mekanisme Otak

Ilustrasi craving makanan/Freepik: magnific

Ketika melihat, mencium, atau mengingat makanan yang disukai, otak dapat mengaktifkan sistem food reward. Sistem ini membuat makanan tertentu terasa lebih menarik dan menimbulkan keinginan kuat untuk mendapatkannya. Penelitian yang dipublikasikan melalui National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa otak memiliki jaringan khusus yang berperan dalam rasa “suka” dan keinginan untuk mendapatkan makanan.

Itulah sebabnya kamu bisa tiba-tiba ingin makan makanan tertentu hanya karena melihat fotonya, mencium aromanya, atau melewati restoran favorit. Pengalaman sebelumnya juga berperan karena otak dapat menghubungkan makanan dengan kenangan atau rasa menyenangkan, sehingga pemicu dari lingkungan bisa menimbulkan craving meskipun kamu sebenarnya tidak sedang sangat lapar.

Bayi Ngiler Jika Tidak Dituruti?

Ilustrasi bayi menangis/Freepik: pvproductions

Saat hamil, keinginan mengonsumsi makanan tertentu memang umum terjadi. Namun, tidak ada bukti medis bahwa bayi akan “ngiler” atau mengalami tanda tertentu jika makanan yang diinginkan ibu tidak diberikan. Penelitian mengenai ngidam saat kehamilan justru menunjukkan bahwa penyebab craving cukup kompleks dan dapat melibatkan perubahan fisiologis, psikologis, budaya, serta lingkungan.

Kepercayaan mengenai bayi akan mengalami “ngiler” jika ngidam ibu tidak dituruti memang ditemukan dalam beberapa budaya, termasuk Indonesia. Sebuah tinjauan penelitian yang tersedia melalui NIH mencatat adanya kepercayaan tersebut, tetapi kepercayaan budaya tidak sama dengan bukti bahwa hal tersebut benar secara medis. Jadi, ibu hamil tetap perlu memperhatikan kebutuhan gizi dan keamanan makanan, bukan merasa harus memenuhi setiap keinginan makan karena takut berdampak pada bayi.

__


Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.