Siswa di Korea Utara Dieksekusi Karena Menonton dan Mengedarkan Drama Korea, Ini Cerita Lengkapnya

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Selasa, 06 Dec 2022 14:00 WIB
Ilustrasi menonton film/ Foto: freepik.com

Negara Korea Utara yang dipimpin oleh Presiden Kim Jong Un kerap dikenal sebagai negara yang tertutup. Selain itu, terdapat banyak peraturan yang harus ditaati para penduduknya. Jika tidak, akan ada sanksi yang diberlakukan jika tak mematuhi aturan tersebut.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, beberapa siswa SMA di Korea Utara dikabarkan dieksekusi mati karena menonton dan mengedarkan drama Korea, secara spesifik drama dari Korea Selatan.

Ilustrasi murid SMA/ Foto: Getty Images/ferrantraite

Melansir Allkpop, berdasarkan laporan media setempat, tiga siswa SMA tertangkap basah tengah menyaksikan drama Korea dan mengimpor massal tayangan tersebut pada Oktober 2022.

Ketiga siswa SMA tersebut ketahuan menyaksikan beberapa episode dari drama Korea hingga serial tayangan Amerika. Hal tersebut juga diketahui oleh otoritas setempat, di mana mereka ditangkap oleh pihak berwenang dalam upaya untuk mengedarkan rekaman tersebut di antara teman-teman mereka.

Ilustrasi menonton/ Foto: freepik.com

Sementara menurut laporan saksi yang menyampaikan kepada Radio Free Asia (RFA), dua dari siswa tersebut dieksekusi memang karena menyaksikan dan mengedarkan film hingga drama Korea Selatan, namun satu dari siswa dieksekusi karena diduga membunuh ibu tirinya sendiri.

Eksekusi mati tersebut berlokasi di sebuah pangkalan udara di Hyesan, serta dilakukan di hadapan publik secara umum. Masih menurut Radio Free Asia (RFA), eksekusi mati serupa jarang terjadi di Korea Utara, namun bukannya tak pernah didengar sebelumnya, Beauties.

Pihak berwenang biasanya akan menggunakan eksekusi untuk menakut-nakuti orang agar berperilaku seperti yang mereka inginkan. Eksekusi terjadi sekitar seminggu setelah pihak berwenang mengadakan pertemuan publik untuk memberi tahu publik bahwa mereka akan bersikap keras terhadap kejahatan yang melibatkan media asing, terutama dari Korea Selatan yang lebih makmur dan demokratis.

(sim/sim)