Bintang utama Emily in Paris, Lily Collins baru-baru ini membeberkan bahwa dia pernah berada dalam suatu hubungan toxic yang membawanya menjadi korban kekerasan emosional dan verbal di awal usia 20-an.
Pengakuan tersebut ia curahkan melalui wawancaranya dalam podcast We Can Do Hard Things episode 6 bersama penulis Glennon Doyle. Melansir E! News, Collins mengenang pengalaman pahit dalam hidupnya itu dan menjelaskan efek hubungan toxic terhadap dirinya.
“Hubungan romantis dan beracun saya adalah banyak pelecehan verbal dan emosional dan dibuat supaya saya merasa sangat kecil,” ucap Lily Collins.
“Saya menjadi sangat pendiam dan nyaman dalam kesunyian dan merasa seperti saya harus membuat diri saya kecil untuk merasa sangat aman,” lanjutnya.
Collins mengungkapkan bahwa mantannya itu suka menggunakan kata-kata yang sangat buruk tentang penampilannya, bahkan menyebut dirinya “Lily Kecil” dan “pelacur”.
“Ketika kamu diberi tahu sesuatu berulang kali, dan kamu berada pada usia yang mudah dipengaruhi, kamu dikondisikan untuk percaya bahwa kamu adalah apa yang mereka katakan,” kata Lily.
Lily Collins sampai Alami Trauma Fisik dan Psikis
Lily Collins alami trauma imbas dari hubungan pacaran toxic/Foto: Instagram/lilyjcollins |
Stres dari hubungan beracunnya membuat Lily Collins mulai merasa sakit secara fisik dan tubuhnya bereaksi terhadap kekerasan emosional sedemikian rupa. Perempuan berusia 33 tahun itu pun harus berkata pada dirinya sendiri, “Ini bukan sesuatu yang seharusnya kamu alami.”
“Kulit wajah saya mengalami break out. Saya mengalami serangan panik dan infeksi ginjal,” ungkap putri dari musisi Phill Collins ini.
Meskipun hubungan pacaran toxic itu terjadi lebih dari satu dekade yang lalu dan dirinya telah menjalani terapi, perempuan keturunan Inggris-Amerika Serikat ini mengatakan bahwa ingatan akan hal itu terkadang masih menghantuinya, sampai memicu perasaan cemas dan serangan panik.
“Bahkan jika saya berada dalam hubungan yang paling sehat, akan ada momen yang terjadi sepanjang hari di mana sejarah kembali seperti itu,” katanya.
“Perutmu bereaksi, hatimu jatuh, dan tiba-tiba kamu dibawa kembali ke momen di mana mereka mengatakan hal itu kepadamu 10 tahun yang lalu, tetapi kamu tidak berada dalam situasi itu sekarang,”