Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur di Wonigiri Jadi Sorotan Netizen, Dinilai Tak Terurus hingga Gajah Dirantai

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 03 Jan 2025 17:00 WIB
Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur di Wonigiri Jadi Sorotan Netizen, Dinilai Tak Terurus hingga Gajah Dirantai/Foto: Tangkapan Layar/Instagram

Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah, kini sedang menjadi sorotan netizen di media sosial. Netizen menilai taman wisata ini tidak terurus dan diduga menyebabkan stres pada hewan-hewan di taman tersebut.

Hal ini berawal dari unggahan model dan influencer Veronika Krasnasari di Instagram Story-nya, @veronika.twns. Ia membagikan sejumlah video yang memperlihatkan kondisi Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur. Terlihat ada beberapa orang utan yang berada di dalam kandang sempit penuh kotoran dan tampak tidak terurus. Ada pula rusa yang terlihat memakan rumput dari pinggir pagar.

"Mau nangis sih lihat orang utan dikurung dikandang sempit gini sampe ngulur tangan minta makan. Kandang kotor penuh feses. Bisa-bisa jadi tempat penyebaran penyakit ini," tulis Veronika di akun Instagramnya. Beautynesia telah meminta izin kepada Veronika untuk mengutip unggahan tersebut.

Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur di Wonigiri Jadi Sorotan Netizen, Dinilai Tak Terurus hingga Gajah Dirantai/ Foto: Tangkapan Layar/Instagram

Selain itu, video Veronika juga memperlihatkan seekor gajah yang kakinya dirantai di sebuah kandang yang tidak terlalu luas.

"Ini gajahnya udah kandangnya kecil, dirantai pula. Jadi tahun 2016, gajah di sini bisa dinaikkin, dan jalan-jalan ke rerumputan di samping waduk. Namun semenjak tragedi gajah yang ngamuk dan menyebabkan kematian dokter hewan yang sedang magang di sini, gajahnya langsung dikembalikan ke Sumatera," tambah Veronika.

"Selang beberapa tahun, taman satwa ini tidak ada gajah. Namun setelah Covid, didatangkan lagi gajah baru. Karena masyarakat disini sudah trauma dengan gajah, alhasil gajah yang baru dirantai terus, bahkan di dalam kandang pun dirantai. Tega sekali manusia-manusia yang mengelola tempat ini," ungkap Veronika.

(naq/naq)