Tapak Tilas, Ini 3 Wilayah yang Pernah Menjadi Ibu Kota Indonesia

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Senin, 17 Aug 2026 13:00 WIB
2. Bukittinggi
Bukittinggi/Foto: Instagram.com/Pakindro

Ibu kota Indonesia saat ini masih dipegang oleh Jakarta. Pemerintah memang sudah mempersiapkan ibu kota baru yang terletak di Kalimantan dengan alasan tertentu. Namun, hingga kini Keputusan Presiden mengenai pemindahan ibu kota belum diterbitkan.

Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang telah ditetapkan secara de jure berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1964. Kota ini menjadi pusat pemerintahan sejak Indonesia merdeka, tepatnya 17 Agustus 1945.

Belum genap setahun setelah proklamasi, pusat pemerintahan Indonesia sudah berpindah dari Jakarta ke beberapa kota di Indonesia. Sampai akhirnya kembali lagi ke Jakarta pada akhir Desember 1949.

Kembalinya Jakarta sebagai ibu kota dilakukan sehari setelah pengakuan kedaulatan Indonesia dari Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949, sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar.

Perpindahan ibu kota yang berulang kali adalah imbas dari kedatangan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) dan Agresi Militer Belanda. Lantas, kota mana saja yang pernah menjadi ibu kota Indonesia selain Jakarta?

1. Yogyakarta

Yogyakarta/Foto: Instagram.com/Wisatamalioboro

Yogyakarta tercatat pernah menjadi ibu kota Indonesia selama tiga tahun, terhitung sejak Januari 1946 hingga 27 Desember 1949. Istana kepresidenan berada di Gedung Agung, ujung selatan Jl. Akhmad Yani (yang dulu jalan Malioboro).

Diketahui, kini Istana Kepresidenan Yogyakarta telah dibuka untuk umum dan gratis. Bagi yang ingin berkunjung wajib mendaftar terlebih dahulu melalui laman resmi ISTURA Yogyakarta, www.isturaiky.page.

Kok bisa dari Jakarta pindah ke Yogyakarta? Setelah merdeka, Indonesia belum benar-benar bersih dari ancaman. Masih ada sisa-sisa tentara Jepang yang belum ditarik. Di tambah lagi, kedatangan NICA pada 29 September 1945 di Jakarta yang ingin kembali menguasai Indonesia.

Merasa terancam dengan kedatangan NICA, Ir. Soekarno ambil langkah dengan menggelar rapat terbatas hingga akhirnya lahirlah gagasan memindahkan ibu kota ke Jogja. Kenapa Jogja?

Usulan kota Jogja diajukan langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan tidak ada kepala daerah lain yang berani memberi tawaran lokasi.

Selain itu, lokasi Jogja sulit dijangkau musuh karena terletak di bagian tengah agak selatan, ada markas besar Jenderal Soedirman dan Jenderal Urip Sumoharjo, serta kekuatan Laskar Rakyat Mataram besutan Sultan Hamengkubuwono IX.

2. Bukittinggi

Bukittinggi/Foto: Instagram.com/Pakindro

Selain Yogyakarta, Bukittinggi juga pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) selama sekitar tujuh bulan.

Lahirnya PDRI disebabkan karena adanya Agresi Militer Belanda (AMB) II pada 19 Desember 1948. Saat itu, Belanda menyerang Yogyakarta, memutus jaringan radio dan telekomunikasi, menawan Soekarno-Hatta dan tokoh penting lainnya, serta menduduki Kota Gudeg.

Sebelum ditawan, Ir. Soekarno memberi mandat pada Menteri Syafruddin Prawiranegara untuk membuat pemerintahan darurat sementara di Bukittinggi, Sumatera Barat. Peralihan pemerintahan ini bertujuan agar RI tidak berhenti dan terus menyusun strategi melawan Belanda.

Soekarno dan jajarannya akhirnya dibebaskan oleh Belanda pada 6 Juli 1949 lewat perjanjian Roem-Royen. Bebasnya Ir. Soekarno menandai kembalinya pemerintahan RI ke Yogyakarta dan berakhirnya tugas PDRI.

Syafruddin Prawiranegara secara resmi mengembalikan mandat pemerintahan kepada Ir. Soekarno pada 13 Juli 1949.

3. Bireuen

Bireuen, Aceh/Foto: Dok. Pemkab Bireuen

Bireuen memang tidak tercatat di buku sejarah sebagai ibu kota RI. Namun, santer disebutkan bahwa ‘Kota Juang’ ini pernah menjadi ibu kota negara meski hanya sepekan, terhitung dari 18 Juni 1948.

Selama di Bireuen, Ir. Soekarno menyelenggarakan rapat umum akbar, berpidato membakar semangat juang rakyat, dan menjalankan roda pemerintahan. Presiden pertama RI ini menginap dan mengendalikan pemerintahan Indonesia di Meuligoe Bireuen.

Alasan dipilihnya Bireuen sebagai pusat pemerintahan bukan hanya karena daerah paling aman, melainkan pusat kemiliteran Aceh dan letaknya strategis dalam mengatur strategi militer untuk memblokade serangan Belanda di Medan Area yang telah menguasai Sumatera Timur.

Soal kedatangan Ir. Soekarno di Bireuen pada kurun waktu tersebut tidak bisa terbantahkan. Namun, soal tujuan kedatangan masih perlu diteliti. Sebab, saat Ir. Soekarno ke Bireuen, kondisi pemerintahan di Jogja bisa dikatakan sedang tidak terancam, sehingga tidak perlu dipindahkan.

Itulah tiga kota selain Jakarta yang pernah menjadi ibu kota Indonesia. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan sejarah, Beauties, ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE