Sosok Maia Estianty lagi-lagi jadi sorotan saat hadir di pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju. Sikap, gerak-gerik, bahkan caranya memberi wejangan pada sang putra seolah menyimpan aura magis tersendiri. Maia dinilai hampir tak pernah gagal menarik perhatian publik.
Dengan segala potensi dan pesonanya, Maia Estianty selama ini memang kerap dianggap merepresentasikan karakter alpha female, yaitu sosok perempuan mandiri, percaya diri, dan tidak mudah goyah oleh tekanan. Melansir laman YourTango, alpha female sendiri bukan soal dominan semata, melainkan tentang kemampuan mengenali nilai diri, menjaga batasan, dan tetap berkembang di tengah situasi sulit.
Jika melihat perjalanan hidup Maia, ada banyak aspek yang mencerminkan ciri-ciri alpha female, mulai dari karier, konflik personal, hingga fase bangkit kembali. Tanda apa saja yang dimaksud? Berikut ulasannya!
1. Mandiri dan Tidak Bergantung
|
Maia Estianty/Foto: Instagram.com/@maiaestiantyreal |
Melansir Marriage.com, salah satu ciri utama alpha female adalah tidak menjadikan hubungan sebagai pusat identitas diri. Mereka tetap utuh sebagai individu, terlepas dari status relasi dengan siapapun.
Hal ini terlihat jelas dalam perjalanan Maia. Sejak awal, dia berkarir dengan nama dan potensinya sendiri. Bahkan setelah melalui perceraian yang penuh sorotan publik pada 2008, ia tidak kehilangan arah. Maia memilih berdiri sendiri, membangun kembali hidup dan kariernya, tanpa terburu-buru mencari pasangan sebagai “penyempurna”.
Alih-alih bergantung pada hubungan, dia justru memahami siapa dirinya terlebih dahulu. Dia baru menikah dengan Irwan Mussry pada 29 Oktober 2018 di Jepang. Dia tak masalah harus menjalani 20 tahun hidup sendiri, dan baru memutuskan menikah setelah mendapatkan pasangan yang dirasa tepat.