Jika kamu merencanakan perjalanan ke Italia, belajar beberapa kata dan frasa dasar dalam bahasa Italia adalah ide yang bagus. Namun, ada satu desa di Italia di mana kamu lebih baik mengucapkan “guten tag” (“halo” dalam bahasa Jerman) daripada “ciao” (“halo” dalam bahasa Italia) karena wilayah ini memiliki akar budaya Jerman yang kuat.
Menurut ahli perjalanan, Rick Steves, desa bernama Castelrotto (Kastelruth, di kalangan penutur bahasa Jerman) ini merupakan desa terbaik yang dapat kamu kunjungi untuk merasakan perpaduan budaya Jerman di pedesaan Italia. Dilansir dari Islands, Kastelruth menawarkan banyak hal menyenangkan dan tidak sulit untuk melihat alasan seorang pelancong berpengalaman seperti Steves begitu terpesona olehnya.
Jelajahi Pesona Budaya dan Kuliner Khas Kastelruth
|
Ilustrasi/Foto: Freepik/wirestock |
Kastelruth yang berada di Italia bagian utara ini menawarkan pengalaman wisata unik yang kaya dengan sejarah dan budaya lokal. Saat melewati jalanan berbatu Kastelruth, kamu akan melihat rumah-rumah putih kecil yang tampak sempurna dengan latar pegunungan.
Salah satu daya tarik utama di desa ini adalah menara lonceng besar yang berdiri megah dan terlihat dari hampir seluruh sudut desa. Lonceng ini berbunyi setiap jam, mulai dari pukul 6 pagi hingga 10 malam sehingga memberikan suasana khas yang tak terlupakan, bahkan ketika kamu sedang berada di dalam ruangan.
Seperti yang dicatat oleh Steves, pengunjung juga akan menemukan pahatan kayu berbentuk penyihir di beberapa sudut desa. Pahatan tersebut adalah pengingat dari masa kelam ketika wilayah ini mengalami pengadilan penyihir, di mana orang-orang yang dituduh sebagai penyihir akan dibakar hidup-hidup.
Selain daya tarik sejarahnya, Kastelruth juga menawarkan kelezatan kuliner. Meskipun makanan khas Italia mungkin tidak banyak ditemukan di sini, pengaruh budaya Jerman memberikan sentuhan kuliner yang unik.
Steves mencatat di situs webnya bahwa selain sosis (wurst) dan sauerkraut (asinan kubis yang difermentasi) yang merupakan masakan yang umum ditemukan di wilayah Tyrol, ada hidangan lain yang lebih menarik untuk dicoba, seperti speck, sejenis ham mentah bergaya prosciutto (daging ham khas Italia yang diawetkan) yang diasapi selama 5 bulan dan disajikan sebagai antipasto (hidangan pembuka dalam tradisi kuliner Italia) atau di dalam roti lapis. Pengunjung juga bisa mencoba knodel—pangsit besar yang disajikan dengan potongan speck, hati, bayam, atau keju—yang sering kali disajikan dengan saus atau dengan mentega dan keju.