Kata “toksik” telah menjadi suatu kosa kata yang tidak lagi asing terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Kata ini biasa digunakan untuk menggambarkan sebuah hubungan tidak sehat antara dua orang.
Namun faktanya, hubungan toksik tidak hanya bisa terjadi jika kamu punya pasangan yang salah. Dilansir dari laman Scary Mommy, hubungan toksik juga bisa terjadi antara kamu dengan dirimu sendiri. Bagaimana tanda-tandanya? Simak ulasannya berikut ini!
Terus Fokus pada Hal Negatif
Anak kecil terlahir dengan optimisme dan imajinasinya yang luas. Namun, beberapa orang cenderung memandang sinis pada optimisme tanpa dasar saat mereka mulai beranjak dewasa.
Pada akhirnya, beberapa orang tersebut cenderung fokus pada hal-hal negatif dalam hidupnya. Memang, terkadang hal ini bisa terjadi pada semua orang, tetapi jika kamu terlalu terbiasa dengan pola pikir negatif, kamu tidak akan pernah memiliki atau mencapai hal-hal yang kamu dambakan.
Mengalah Sebelum Berusaha
Ilustrasi hubungan intrapersonal (Foto: Unsplash/Dollar Gill) |
Beberapa orang merasa terintimidasi dengan sebuah pekerjaan yang mereka inginkan, tetapi justru tidak melakukan persiapan sebelum wawancara. Ada juga beberapa orang yang menunda-nunda pekerjaan sampai menjelang tenggang waktu dan akhirnya menyerahkan hasil yang di bawah standar.
Alasan seseorang melakukan contoh-contoh tindakan di atas adalah karena mereka takut akan kegagalan. Mereka melakukan tindakan tersebut sebagai mekanisme pertahanan diri agar punya alasan bahwa kegagalan terjadi hanya karena mereka belum menunjukkan upaya terbaiknya—dan bersikap seolah mereka bisa berhasil kalau lebih serius.