Wow, 4 Film Romantis Ini Ternyata Terinspirasi dari Kisah Nyata! Kamu Wajib Nonton, Ladies!

Melalusa K. | Beautynesia
Rabu, 30 Jan 2019 00:10 WIB
https://quotecatalog.imgix.net/posts/hR3LiZzB76d3.png
Ladies, apakah kamu termasuk yang hobi menonton film khususnya yang bergenre romantis? Film ini bukan sembarang film romantis lho Ladies, karena ternyata film ini diangkat dari kisah nyata. Wow, seperti apa ya filmnya? Berikut adalah 4 daftar film romantis tersebut yang bisa kamu masukkan ke dalam daftar list menonton di akhir pekanmu.

The Notebook (2004)


Film yang dibintangi oleh Ryan Gosling dan Rachel McAdams ini menjadi salah satu film yang monumental dalam sejarah perfilman dengan genre romance. Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama sangat menyentuh dan membekas bagi siapa saja yang menontonnya. Berkisah seputar antara jalinan asmara sepasang anak muda yang berasal dari kasta sosial berbeda, Noah seorang pemuda desa miskin, sedangkan Allie seorang perempuan kota yang kaya. 


Foto: https://www.buzzfeed.com/

Seperti pepatah yang mengatakan "jodoh tak akan ke mana", setelah pasang surut kehidupan dan bertahun lamanya hilang kontak, akhirnya Noah dan Allie kembali dipertemukan. Hubungan cinta antara Noah dan Allie dalam The Notebook digambarkan dengan sangat ideal, sehingga banyak penonton yang kemudian menjadi amat terharu begitu mengetahui bahwa ini kisah  sungguhan. Noah dan Allie menjadi pasangan sehidup semati bahkan hingga maut memisahkan. Bentuk cinta antara Noah kepada Allie digambarkan sangat platonik, di mana menyiratkan makna cinta yang penuh ketulusan, kesabaran, dan keyakinan.  
 


The Theory of Everything (2014)


Film ini merupakan biografi filsuf sekaligus ilmuwan, Stephen Hawking, yang bercerita mengenai perjalanan kehidupan asmaranya. Film ini dimulai dari Stephen yang berkuliah di Universitas Cambridge bertemu dengan Jane Wilde. Mereka berdua kemudian menjadi sepasang kekasih, hingga Stephen Hawking diketahui terkena penyakit yang menyerang saraf motoriknya. Menghadapi masa-masa sulit hingga Stephen harus memakai kursi roda, Jane justru dengan tulus mau merawat Stephen hingga ia berhasil menamatkan tesisnya sampai menjadi fisikawan terkemuka dan dikaruniai tiga orang anak. 


Foto: https://www.demilked.com/

Ketulusan dan pengorbanan cinta yang sedari awal cerita tergambar sangat kuat lantas memasuki babak baru ketika Stephen menderita pneumonia yang membuatnya tidak dapat berbicara dan menjadi dekat dengan Elaine, perawat barunya. Jane pun diketahui juga memiliki kedekatan dengan Jonathan. Mereka berdua lantas menyadari bahwa hubungan perkawinan mereka sudah tidak 'bekerja' lagi. Mereka kemudian sepakat untuk berpisah secara baik-baik dan tetap saling menghormati dan menghargai satu sama lain atas apa yang telah mereka berdua capai bersama sejauh itu.
 


Maudie (2016)


Film ini juga merupakan film biopik seorang pelukis wanita asal Kanada, Maud Lewis, yang bercerita tentang perjalanan asmara sekaligus karirnya sebagai seniman. Maudie yang mengidap arthitis memilih hengkang dari rumah dan menjadi pembantu seorang nelayan, Everett Lewis. Everett merupakan seorang yang dingin dan kasar, bahkan pada awalnya menganggap Maudie tak lebih baik dari anjing peliharaannya.

Namun, Maudie berhasil mencairkannya sedikit demi sedikit hingga akhirnya mereka pun menikah. Dari situ juga lah, Maudie yang kerap kali melukis di dinding, papan, hingga jendela rumah tidak sengaja ditemukan bakatnya oleh salah satu pelanggan ikan suaminya. 


Foto: https://kinohd24.pl/

Film ini menyajikan kisah cinta yang berbeda dari kisah romantis lainnya, di mana hubungan antara majikan dan pembantu yang awalnya terkesan getir dan terkesan terpaksa oleh keadaan berubah menjadi hubungan cinta yang penuh makna. 

Di tengah kekurangannya masing-masing, kedunya pun saling melengkapi dalam kesedarhanaan hidup. Hingga akhirnya kondisi kesehatan Maudie semakin memburuk dan meninggalkan Everett dengan pernyataan terakhirnya bahwa ia merasa telah dicintai olehnya. 
 


Mika (2013)


Film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Velove Vexia ini diangkat dari novel dengan judul yang tidak jauh berbeda dengan versi filmnya yaitu "Waktu Aku Sama Mika". Film yang disutradarai oleh Lasja F. Susatyo dengan unsur melankolis yang kental ini mengangkat cerita mengenai jalinan kasih sepasang anak muda. Namun, di film ini tidak hanya sekedar menampilkan drama seputar cinta monyet atau sepasang anak muda yang sedang dimabuk asmara. 


Foto: https://cinejour.com/

Mika mengidap HIV/AIDS, sedangkan Indi mengidap kelainan tulang belakang yakni skoliosis. Dari situlah konflik kemudian bergulir, bagaimana hubungan antara Mika dan Indi saling mengasihi, memotivasi, dan memberi arti bagi keberadaan mereka di dunia dengan kondisi spesialnya masing-masing. Pada akhirnya jalinan kasih harus berakhir lantaran Mika terpaksa harus kalah dengan penyakit HIV/AIDSnya, dan meninggalkan kenangan manis untuk Indi. Film ini mengajarkan kita mengenai arti ketulusan cinta yang melampaui aspek material manusia sekalipun.

Wah, beberapa rekomendasi film di atas cukup menarik, bukan? Selain menginspirasi, film-film tersebut dijamin ceritanya sangat berkesan. Kamu harus mencoba untuk menyaksikan filmnya, Ladies! Selamat menonton!
 


(ebn/ebn)
Loading ...