Timun merupakan salah satu sayuran yang paling sering ada di kulkas, tetapi juga salah satu yang paling cepat rusak. Baru saja dibeli beberapa hari lalu, tiba-tiba sudah lembek, berlendir, atau bahkan berjamur di ujungnya.
Ternyata cara menyimpan timun yang kurang tepat menjadi penyebab utamanya, Beauties. Menjaga keseimbangan antara kelembapan yang cukup dan perlindungan dari udara adalah kunci agar timun tetap renyah lebih lama. Yuk, simak cara menyimpan timun yang benar, dilansir dari The Kitchn dan Allrecipes!
Pertahankan Timun dalam Keadaan Utuh Selama Mungkin
Membiarkan timun tetap utuh tanpa sentuhan pisau adalah langkah awal yang paling krusial untuk memperpanjang usia simpannya. Dikutip dari Allrecipes, begitu kamu memotong timun menjadi beberapa bagian, di saat itulah kamu sebenarnya sedang berkejaran dengan waktu. Bagian daging timun yang terbuka dan terpapar udara bebas akan mempercepat proses oksidasi sekaligus pembusukan secara signifikan.
Jika kamu hanya membutuhkan sedikit potongan timun untuk menu makan siang, usahakan untuk memotong seperlunya saja dan biarkan sisa bagian lainnya tetap utuh bersama tangkainya. Untuk menyelamatkan sisa potongan tersebut, kamu bisa membungkus bagian ujung yang terpotong rapat-rapat menggunakan plastic wrap atau beeswax wrap sebelum mengembalikannya ke dalam kulkas. Cara ini cukup efektif untuk menahan laju pembusukan pada bagian yang terbuka.