4 Tips Keluar dari Krisis Hidup di Usia 20-an yang Sering Bikin Cemas

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Kamis, 22 Oct 2026 17:15 WIB
3. Fokus pada Perubahan yang Bisa Dilakukan dalam Waktu Dekat
Merasa ragu untuk mencapai goal besar dapat dipersempit menjadi fokus pada perubahan dalam waktu dekat/Foto: Freepik.com/Freepik

Usia 20-an menjadi salah satu tanda kalau seseorang sudah lebih dewasa, Beauties. Kamu punya berbagai idealisme yang ingin diwujudkan. Mulai dari cita-cita dan pekerjaan impian hingga punya relationship yang didambakan.

Mungkin kamu mencoba produktif dengan ikut berbagai workshop atau pelatihan untuk mengasah kemampuan kamu. Banyak orang yang merasakan manfaatnya dari kegiatan tersebut. Namun bagi sebagian lainnya, mungkin tetap ada rasa cemas, perasaan yang kurang dan terus membuat berpikir, serta ragu apakah hal yang dijalani sudah tepat atau belum.

Di dunia psikologi, dan dikutip dari situs Verywellmind, pakar psikologi perkembangan, Erik Erikson menyebut kondisi ini dikenal dengan istilah krisis eksistensial. Supaya krisis ini tidak terus menerus membuatmu cemas, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan, Beauties

1. Sadari Krisis Itu Bagian dari Eksplorasi Jati Diri

Krisis eksistensi menandakan kamu sudah dewasa dan kamu sudah lebih matang dalam mengambil tanggung jawab atas keputusan besar. Namun, ada kalanya kamu menjadi cenderung mempertanyakan apakah langkah yang kamu ambil sudah tepat atau keliru dan berpotensi mendatangkan masalah di masa depan.

Ketika kebingungan tidak terjawab, kamu merasa ada hal yang menggantung dan takut untuk melangkah. Inilah yang kerap disebut sebagai krisis eksistensi. Beauties perlu menyadari kalau membentuk identitas diri/ self identity, sebagai seorang yang dewasa, sering kali membuat kamu galau, hilang arah, dan merasa salah jalan.

Padahal itu hanya ketakutan kamu ketika melewati masa transisi ke perubahan yang lebih besar. Erikson dalam penelitian tentang human development, menegaskan, eksplorasi adalah salah satu tahap yang memang perlu kamu lewati untuk menemukan self identity yang sebenarnya di tengah krisis eksistensi sebagai sosok yang lebih dewasa.

2. Miliki Support System di Dalam Komunitas

Punya komunitas untuk bertukar pikir dapat memberikan semangat ketika kamu merasa langkah yang kamu pilih itu salah atau keliru/Foto: Freepik.com/Freepik/

Ketika kamu dilanda rasa bingung, ragu, dan galau, kamu membutuhkan teman untuk berbagi cerita. Tak hanya teman yang hadir untuk menyaksikan setiap keberhasilan kamu, tapi teman yang siap mendengarkan, bahkan memberikan saran dan semangat ketika kamu merasa kamu sedang salah jalan dan perlu memulai segala sesuatunya dari nol.

Dalam karier, sering kali seseorang mengikuti passion untuk memulai usaha baru. Namun, ketika hal yang terjadi tidak sejalan dengan harapan, orang merasa kalau kamu tidak pantas merasakan kesuksesan dan akhirnya kamu tidak melanjutkan cita-cita.

Bertukar pikiran dan mendengar perspektif atau sudut pandang dari orang yang siap mendukung kamu, akan memperkaya cara berpikirmu, Beauties. Akhirnya, kamu pun tetap mau mencoba lagi karena melihat ada orang-orang lain di komunitas yang sama juga tengah berjuang dengan hal yang serupa dengan kondisi kamu.

3. Fokus pada Perubahan yang Bisa Dilakukan dalam Waktu Dekat

Merasa ragu untuk mencapai goal besar dapat dipersempit menjadi fokus pada perubahan dalam waktu dekat/Foto: Freepik.com/Freepik

Sering kali seseorang ingin mengejar hal besar untuk jangka panjang. Hal ini memang baik untuk sebuah persiapan. Namun ketika terlalu fokus pada hal-hal besar yang rasanya sulit digapai dan terkesan abstrak, sebaiknya kamu fokus pada perubahan kecil yang bisa dilakukan dalam jangka waktu dekat, dengan persiapan yang lebih singkat.

Misalnya, dalam waktu dekat kamu ingin konsisten memperlancar bahasa asing yang belum terlalu kamu kuasai. Atau kamu ingin konsisten mengikuti kompetisi di bidang yang kamu minati, sebagai tambahan portofolio untuk menunjang perkembangan karir kamu, Beauties! K

etika keberhasilan kecil tadi berhasil, Beauties dapat memberikan apresiasi kecil untuk diri kamu sendiri, sebagai bagian kamu menghargai proses kamu di tengah krisis yang tidak mudah.

4. Cari Tahu Hal Penting Apa yang Perlu Kamu Perbaiki

Salah satu hal yang membuat galau di usia 20-an adalah menentukan skill yang perlu diasah atau diperbaiki. Karena terkadang kamu cenderung membandingkan pencapaianmu dengan orang lain/Foto: Freepik.com/Freepik

Berada di transisi menuju keputusan-keputusan yang lebih besar sering membuat kamu merasa cemas dan khawatir akan hasil dan kualitasmu di masa depan. Hal ini wajar, Beauties. Namun kamu perlu membekali diri kamu dengan memperbaiki kemampuan apa saja yang ingin kamu asah kembali dan perbaiki.

Terkadang bisa jadi keterampilan baru yang harus dipelajari, atau dapat juga kamu memperbaiki cara kamu berpikir dan berpendapat, atau menerima pendapat dari orang lain. Di sisi lain, jangan bandingkan pencapaian kamu dan kebutuhan kamu saat ini dengan hal yang dilakukan orang lain. Mungkin kamu masih bisa terinspirasi dari orang lain, tapi berusahalah untuk tidak mengikuti ritme orang lain, Beauties!

Oke, Beauties berikut tadi beberapa hal penting yang perlu kamu simak supaya berhasil melewati krisis yang tidak mudah di usia 20-an ini! Tetap produktif, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.