5 Alasan Orang Jepang Suka Konsumsi Ikan
Ikan sudah lama menjadi bagian dari kuliner Jepang dan mudah ditemukan dalam berbagai hidangan sehari-hari. Bahan makanan ini dapat diolah menjadi beragam menu, mulai dari ikan panggang, sushi, sashimi, hingga berbagai hidangan berkuah. Kehadirannya juga menjadi salah satu hal yang menarik dari kebiasaan makan masyarakat Jepang.
Kebiasaan mengonsumsi ikan tersebut telah melekat dalam kehidupan masyarakat Jepang dan membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Jepang. Lantas, mengapa ikan begitu dekat dengan makanan Jepang? Yuk, simak alasan selengkapnya di bawah ini!
1. Jepang Memiliki Akses yang Besar terhadap Hasil Laut
ilustrasi/ Foto : Magnific
Jepang merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh perairan. Kondisi geografis tersebut membuat hasil laut memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah. Ikan yang diperoleh dari perairan sekitar kemudian menjadi salah satu sumber pangan yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketersediaan hasil laut juga membuat masyarakat Jepang mengenal berbagai jenis ikan dengan cara pengolahan yang berbeda. Jenis ikan yang dikonsumsi dapat menyesuaikan dengan hasil tangkapan, musim, serta daerah tempat tinggal. Karena itu, ikan tidak hanya menjadi bahan makanan yang mudah ditemukan, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Jepang.
2. Ikan Cocok dengan Konsep Makan yang Sederhana
Ikan cocok dengan konsep makan yang sederhana/ Foto : Magnific/DC Studio
Salah satu karakter yang sering ditemukan dalam makanan Jepang adalah penggunaan bahan dan bumbu yang relatif sederhana. Dalam beberapa hidangan, ikan cukup diberi garam lalu dipanggang atau dimasak dengan sedikit bumbu. Cara tersebut memungkinkan rasa dan tekstur ikan tetap menjadi bagian utama dari hidangan, tanpa harus ditutupi oleh banyak bumbu.
Konsep ini juga terlihat dalam shioyaki, yaitu ikan yang dipanggang dengan garam. Kesederhanaan dalam pengolahan membuat satu jenis ikan dapat menghasilkan hidangan dengan rasa yang berbeda, sekaligus menunjukkan bagaimana masyarakat Jepang menghargai bahan makanan yang digunakan.
Hal ini juga sejalan dengan budaya washoku yang mengedepankan bahan segar, termasuk ikan, sebagai bagian dari pelengkap makanan.
3. Kebiasaan Menggunakan Bahan Makanan yang Segar
Kebiasaan menggunakan bahan makanan yang segar/ Foto : Magnific/Lifeforstock
Kesegaran menjadi hal yang penting dalam hidangan Jepang, terutama makanan yang menyajikan ikan tanpa proses masaka yang panjang. Sashimi merupakan salah satu contoh ikan yang disajikan dalam kondisi mentah. Sushi juga menggunakan berbagai jenis ikan dan hasil laut lain sebagai salah satu komponennya.
Penggunaan ikan dalam hidangan seperti ini membuat kualitas bahan menjadi sangat penting. Orang Jepang sangat memperhatikan penanganan, penyimpanan, dan pengolahan ikan karena ikan mentah memiliki risiko tinggi terkontaminasi.
Jadi, budaya mengonsumsi ikan segar dipilih bukan hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga memperhatikan kualitas dan keamanan bahan makanan.
4. Beragam Olahan Ikan Tradisional
Beragam olahan ikan tradisional/ Foto : Magnific/ Topntp26
Ikan dalam kuliner Jepang tidak hanya disajikan dalam bentuk sushi atau sashimi. Ada banyak cara lain untuk mengolahnya sesuai dengan jenis ikan, tekstur, musim, maupun hidangan yang ingin dibuat. Ikan dapat dipanggang, direbus, dimasak dengan kuah, diasinkan, hingga diolah menjadi berbagai makanan khas daerah.
Contohnya adalah yakizakana, yaitu ikan yang dipanggang, serta shioyaki ikan yang menggunakan garam sebagai bumbu utama. Ada juga nimono, yaitu makanan yang dimasak perlahan dengan kuah dan bumbu tertentu.
Keragaman teknik tersebut membuat ikan dapat hadir dalam berbagai jenis makanan, mulai dari menu rumahan hingga hidangan tradisional.
5. Kandungan Gizi Ikan
Kandungan gizi ikan/ Foto : Magnific
Selain faktor budaya dan kebiasaan makan, ikan juga memiliki nilai gizi yang membuatnya sesuai dengan pola makan yang beragam. Ikan merupakan sumber protein dan beberapa jenis ikan, terutama ikan berlemak, mengandung asam lemak omega 3 seperti DHA dan EPA.
Ikan biasanya dikonsumsi bersama nasi, sayuran, rumput laut, kacang-kacangan, dan makanan lainnya. Pola makan Jepang tradisional memiliki kombinasi berbagai kelompok makanan, termasuk ikan, sayuran, rumput laut, dan kacang-kacangan. Sementara itu, American Heart Association juga mencatat ikan sebagai sumber protein yang umumnya lebih rendah lemak jenuh dibandingkan beberapa jenis daging dan merekomendasikan konsumsi ikan secara rutin.
Beauties, itu dia mengapa ikan begitu dekat dengan makanan Jepang. Bagaimana, kamu suka konsumsi ikan juga?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!