5 Buah yang Kaya Antioksidan untuk Penderita Kanker

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 21 Oct 2026 07:00 WIB
Jeruk Bali Merah
Buah Jeruk Bali Merah/Foto: Magnific

Menjaga asupan makanan tetap bergizi menjadi salah satu hal penting selama menjalani pengobatan kanker. Buah yang kaya antioksidan dapat menjadi pilihan karena mengandung berbagai vitamin, mineral, serat, dan senyawa alami yang mendukung kebutuhan nutrisi tubuh.

Meski begitu, konsumsi buah bukan berarti dapat menggantikan pengobatan kanker. Jenis makanan yang paling sesuai juga dapat berbeda pada setiap orang, terutama ketika muncul efek samping seperti mual, diare, sembelit, atau kesulitan menelan. Yuk, kita simak apa saja buah yang kaya antioksidan dan bagus untuk penderita kanker payudara dilansir dari Healthline!

Blueberry

Buah Bluberry/Foto: Magnific

Blueberry dikenal sebagai buah dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Dalam satu porsi, buah ini menyediakan serat, vitamin C, dan mangan yang dibutuhkan tubuh.

Menurut Obesity Medicine Association, blueberry juga kaya antioksidan dan termasuk buah yang dianggap berpotensi memberikan perlindungan terhadap kanker. Namun, potensi tersebut tidak berarti blueberry dapat mencegah atau mengobati kanker secara langsung.

Sebuah tinjauan tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal MDPI juga menemukan sejumlah penelitian mengenai manfaat blueberry terhadap perlindungan, kesehatan, dan fungsi otak pada orang dewasa maupun anak usia sekolah.

Meski demikian, penelitian tersebut belum secara khusus menguji manfaat blueberry pada orang yang sedang menjalani pengobatan kanker. Karena itu, blueberry lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan seimbang yang kaya buah dan sayuran.

Jeruk

Buah Jeruk/Foto: Magnific

Jeruk merupakan salah satu buah untuk penderita kanker yang cukup mudah ditemukan dan dikonsumsi. Rasanya yang manis serta kandungan vitamin C yang tinggi membuatnya dapat menjadi pilihan untuk melengkapi asupan harian.

Satu buah jeruk dapat memenuhi bahkan melebihi kebutuhan vitamin C harian, sekaligus memberikan nutrisi lain seperti tiamin, folat, dan kalium.

Penelitian tahun 2024 dari Selandia Baru menemukan bahwa kadar asam askorbat atau vitamin C cenderung rendah pada pasien melanoma metastatik yang mendapatkan imunoterapi maupun pasien yang menjalani kemoterapi. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan kecukupan vitamin C melalui makanan.

Vitamin C dari jeruk juga membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan. Hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi, terutama karena anemia dapat menjadi salah satu masalah yang dialami selama terapi kanker.

Pisang

Buah Pisang/Foto: Magnific

Pisang bisa menjadi pilihan sederhana bagi orang yang sedang dalam masa pemulihan kanker. Teksturnya yang lembut membuat pisang matang relatif mudah dikonsumsi, termasuk bagi sebagian orang yang mengalami kesulitan menelan.

Buah ini mengandung vitamin B6, vitamin C, mangan, dan kalium. Pisang juga memiliki jenis serat bernama pektin yang dapat membantu pola buang air besar.

Kandungan pektin tersebut menjadi perhatian dalam sejumlah penelitian. Tinjauan tahun 2022 berjudul Pectin: A Bioactive Food Polysaccharide with Cancer Preventive Potential yang membahas penelitian pada manusia dan hewan menemukan hubungan antara sifat antikanker pektin dengan pencegahan atau penanganan beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus besar, lambung, pankreas, hati, kandung kemih, prostat, ovarium, hingga leukemia.

Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengetahui apakah pektin yang berasal dari pisang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker pada manusia.

Pisang juga kaya kalium sehingga dapat membantu memenuhi kembali elektrolit yang hilang akibat diare atau muntah. Namun, kebutuhan setiap pasien tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga medis.

Jeruk Bali Merah

Buah Jeruk Bali Merah/Foto: Magnific

Grapefruit atau jeruk bali merah memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam. Buah ini menyediakan vitamin C, provitamin A, kalium, serta senyawa seperti likopen.

Likopen merupakan salah satu jenis karotenoid yang memiliki aktivitas antioksidan dan sedang banyak diteliti terkait potensinya terhadap kanker. Beberapa penelitian pada tikus juga menemukan kemungkinan manfaat likopen dalam mengurangi efek samping tertentu dari kemoterapi dan radiasi.

Tinjauan tahun 2021 yang dipublikasikan di PubMed Central mengenai buah serta jus citrus turut menemukan potensi manfaatnya terhadap fungsi dan integritas sawar darah otak. Hal tersebut menarik untuk diteliti lebih lanjut karena gangguan fungsi kognitif atau chemo brain dapat dialami sebagian pasien selama pengobatan.

Namun, sebagian bukti tersebut masih berasal dari penelitian awal sehingga belum cukup untuk menyimpulkan manfaat grapefruit sebagai terapi kanker.

Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah jeruk bali merah dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Jika kamu sedang menjalani pengobatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsinya.

Lemon

Buah Lemon/Foto: Magnific

Lemon memberikan tambahan vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan dalam pola makan sehari-hari. Buah ini terutama dikenal memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi dan juga menyediakan kalium, zat besi, serta vitamin B6.

Menambahkan lemon ke dalam air putih juga dapat menjadi cara sederhana untuk memberikan rasa sekaligus meningkatkan asupan vitamin C. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central tahun 2022 pada tikus menemukan bahwa campuran herbal lemon dan jahe berkaitan dengan efek antikanker serta penurunan ukuran tumor. Karena penelitian tersebut dilakukan pada hewan, hasilnya belum dapat disamakan dengan efek lemon terhadap kanker pada manusia.

Sementara itu, penelitian pada manusia tahun 2023 berjudul Effects of Inhaling Essential Oils of Citrus Limonum L., Santalum Album, and Cinnamomum Camphora on Human Brain Activity menemukan bahwa menghirup minyak esensial lemon dapat meningkatkan aktivasi otak, suasana hati, fungsi memori, dan konsentrasi. Meski menarik, penelitian tersebut tidak secara khusus melibatkan pasien kanker sehingga belum dapat dipastikan kaitannya dengan chemo brain.

Kalau kamu sedang mencari buah untuk penderita kanker, jangan hanya mempertimbangkan kandungan antioksidannya. Perhatikan juga toleransi tubuh, interaksi dengan obat, serta kebutuhan nutrisi yang dianjurkan dokter atau ahli gizi.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.